For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

India Ambil Alih Pelabuhan Chabahar Iran

Pelabuhan Chabahar/Hindustan TImes

India secara resmi mengambil alih operasi di pelabuhan Chabahar di Iran yang akan memberikan dorongan besar bagi upaya negara itu untuk mendukung Afghanistan yang dilanda perang.

Pengambialihan pelabuhan strategis ini dilakukan Senin 24 Desember 2018 dan merupakan upaya New Delhi untuk mengembangkan pelabuhan, yang memungkinkan India untuk mengirim pasokan ke Afghanistan tanpa melewati Pakista.

Iran secara resmi menyerahkan pelabuhan ke India selama pertemuan pertama komite tindak lanjut untuk implementasi Perjanjian Chabahar antara Iran, Afghanistan, dan India di kota pelabuhan Teheran.

“Ini adalah langkah besar ke depan dalam upaya India untuk mendukung Afghanistan dan juga untuk kerja sama regional,” kata seorang pejabat di New Delhi sebagaimana dilaporkan Hindustan Times dan dikutip JejakTapak.

Behrouz Aqaei, Direktur Jenderal Pelabuhan Sistan-Baluchestan dan Organisasi Maritim, dikutip kantor berita Irna yang mengatakan bahwa India Ports Global Limited (IPGL) telah secara resmi mulai menjalankan pelabuhan Shahid Beheshti di Chabahar dan tugas utama perusahaan meliputi operasi bongkar muat, pengadaan, dan pemasaran.

Hindustan TImes

“Pertemuan tersebut membahas hal-hal seperti tarif bea cukai, mempromosikan transaksi bea cukai dan transit kereta api, dan proses transportasi,”  kata Aqaei.

Perjanjian Chabahar ditandatangani pada Juni 2015 dan disetujui oleh Dewan Wali Iran pada November 2016. Chabahar dipandang sebagai pintu gerbang untuk perdagangan oleh India, Iran dan Afghanistan dengan negara-negara Asia Tengah.

Dalam perkembangan terpisah, seorang pejabat senior Trade Promotion Organization (TPO) Iran  mengatakan pada hari Senin bahwa Iran dan India berada di ambang penyelesaian perjanjian “perdagangan preferensial” yang akan mulai berlaku dalam waktu dekat.

Mojtaba Mousavian, kepala TPO untuk wilayah Asia dan Oseania  mengatakan pembicaraan antara kedua belah pihak mengenai perjanjian tersebut telah membuahkan hasil dan pakta itu akan dilaksanakan dalam bulan depan, tulis kantor berita Mehr. Mousavi an mengatakan masing-masing pihak akan mengurangi tarif 80 hingga 100 produk yang dibeli dari negara lain.

Untuk diketahui militer.or.id selalu mencuri berita dan tulisan dari web lain tanpa izin, tanpa menyebutkan sumber dan memundurkan waktu uplode.

Menurut Mousavian, urea, metanol, propana, tar, besi, butana, pistachio dan kurma adalah beberapa produk yang dikirim dari Iran yang akan menikmati pengurangan tarif. Sebagai gantinya, barang India yang termasuk dalam daftar awal adalah beras, teh, elektroda karbon, kertas, aluminium oksida, suplemen medis dan wijen.

Facebook Comments