Apakah Kekuatan Kapal Selam Rusia Memang Sudah Menakutkan?

Kapal Kelas Yasen Rusia

Pakta Atlantik Utara atau NATO berulang kali mengungkapkan kekhawatiran mereka dengan aktivitas kapal selam Rusia yang disebut semakin agresif.  Amerika juga tidak bisa menutupi kekhawatirannya.

Mereka memperkuat pangkalan udara mereka di Eropa serta membuka lagi pangkalan era Perang Dingin untuk menampung pesawat pemburu kapal selam. Benarkah kapal selam Rusia sudah benar-benar menakutkan?

Armada kapal selam Rusia yang nyaris tertidur lelap selama dua dekade mulai bangun kembali. Minggu ini muncul laporan bahwa kapal selam serangan Rusia “berkeliaran” garis pantai Skotlandia, Skandinavia dan Laut Mediterania dalam jumlah yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Di satu sisi, NATO telah sekian lama meninggalkan kemampuan anti-kapal selam mereka setelah kapal selam Rusia tertidur sekian lama. Hubungan dengan Rusia bagi NATO secara politis menjengkelkan, tetapi militer stabil, sedangkan kekuatan kapal selam Rusia tetap diparkir, dalam banyak kasus berkarat pergi di dermaga.

Menyusul kecelakaan Kursk pada tahun 2000, ketika sebuah kapal selam kelas Oscar Rusia tenggelam dan menewaskan seluruh awak di kapal menjadikan hampir seluruh operasi kapal selam dihentikan.

Angkatan Laut Amerika telah difokuskan untuk mendukung perang di Irak, Afghanistan dan Libya, sedangkan semua perencanaan untuk udara dan laut lebih difokuskan untuk Pasifik. Sementara itu, angkatan laut Eropa memilih untuk berkontribusi operasi counterpiracy, dan misi multinasional lainnya. Rusia dilupakan.

Michael Kofman, sarjana di  Woodrow Wilson Center’s Kennan Institute dalam tulisannya di CNN  beberapa waktu lalu menyebutkan sejak itu, telah terjadi peningkatan stabil aktivitas kapal selam Rusia.

Tetapi perubahan nyata telah datang dari hasil program modernisasi Rusia yang diumumkan pada tahun 2011.  Kapal selam serang bertenaga nuklir Rusia yang dibangun era Soviet diperbaharui dan dimodernisasi hingga semakin mampu untuk kembali keluar berpatroli lagi.

Sementara itu, kapal selam rudal balistik generasi baru sedang dikerahkan untuk armada Utara dan Pasifik, revitalisasi penangkal nuklir berbasis laut Rusia.

Kofman menambahkan sebuah kapal selam serangan nuklir yang jauh lebih canggih, dan hampir dipastikan lebih tenang akan segera beroperasi, dengan kapal pertama masih menjalani uji coba laut.

Kapal selam yang disebut kelas Yasen bersiap muncul untuk menjadi kekuatan besar yang mengancam Amerika atau setidaknya akan menutup gap teknologi antara dua negara. Kapal selam ini juga telah menggetarkan lagi saraf militer barat yang tersadar dengan situasi terkini.

Kekuatan kapal selam era Soviet memiliki banyak keuntungan yakni dikenal cepat, menyelam lebih dalam, dan mempertahankan armada besar. Kelemahannya, kapal selam ini juga dikenal sangat berisik hingga mudah dilacak. Dan Rusia menutup kelemahan ini dengan tetap mempertahankan kemampuan yang diwarisi dari Soviet.

Dengan kapal selam berkemampuan baru ini Rusia lebih mungkin untuk memasuki Atlantik Utara gap Greenland-Islandia-U.K (GIUK), perairan yang pada era Perang Dingin dijaga sangat ketat tetapi kemudian ditinggalkan.

Hanya saja Amerika dan Inggris kembali melakukan investasi besar untuk membangun pangkalan di Keflavik, sebuah pulau yang berada di tengah laut untuk bisa digunakan lagi sebagai basis operasi pesawat pemburu kapal selam P-8 Poseidon.

Perubahan juga terlihat di Laut Hitam dan Mediterania Timur, di mana Rusia mengerahkan satu skuadron yang terdiri dari enam kapal selam improved kelas Kilo yang  dipersenjatai dengan rudal anti kapal kapal dan rudal jelajah darat Kalibr.

Bersama-sama dengan skuadron angkatan laut Rusia yang dibangun di Pantai Suriah, armada kapal selam konvensional ini memungkinkan Rusia untuk kontes Mediterania Timur, di mana armada AS biasanya menggunakan jalur ini untuk mendukung operasi CENTCOM di Irak dan Afghanistan.

Rusia juga berencana untuk menempatkan skuadron kapal selam yang sama di Pasifik selain kapal selam rudal balistik yang saat ini sedang ditempatkan di sana. Perubahan ini mengkhawatirkan mengingat akan menjadi masalah baru yang dihadapi Amerika Serikat tantangan lain Amerika Serikat yang tengah fokus menghadapi pertumbuhan kekuatan China serta kurangnya baik kemampuan atau kapasitas dari banyak sekutu Eropa untuk melakukan perang anti-kapal selam.

NEXT: BARU BANGUN DARI KOMA
Facebook Comments

error: Content is protected !!