F-15 Vs Su-30 di India dan Kontroversi Pertempuran 2014

Su-30MKI India

Sejumlah jet tempur F-15 Eagle Angkatan Udara Amerika tiba di India untuk mengikuti latihan India Cope 2018 setelah jeda begitu lama. Eagle akan kembali menguji kemampuan tempur melawan Su-30MKI India. Pertemuan dua jet tempur terbaik di dunia ini mengingatkan pada kontroversi yang muncul pada 2014.

Dengan berat 37 ton Su-30 setara dengan F-15 Amerika dan merupakan versi perbaikan dari Su-27. Su-30 dapat membawa lebih dari delapan ton bom dan mencapai target lebih dari 1.500 kilometer jauhnya. Su-27 mulai beroperasi pada tahun 1980-an.

Pada tahun 2004 di  Latihan Cope India terjadi simulasi pertempuran antara Su-30 Angkatan Udara India melawan F-15C Angkatan Udara Amerika dengan hasil yang masih diperdebatkan.

Kala itu Su-30 berhasil  membuat Eagle tidak berdaya. Ada pendapat Amerika sengaja melakukan itu untuk dijadikan dasar meminta tambahan F-22 Raptor lebih banyak lagi. Tetapi ada juga yang mengatakan alasan itu hanya untuk menutupi malu setelah India mencapai kemenangan dengan rasio membunuh 9: 1.

India juga harus diingat kerap melakukan klaim kontroversi saat melakukan simulasi tempur. Saat latihan Indradhanush di Inggris sejumlah media India secara besar-besaran mengutip klaim Angkatan Udara India yang mengatakan Su-30MKI menang telak dengan skor 12-0 saat simulasi tempur dengan Eurofighter Typhoon.

Royal Air Force (RAF) kesal dengan laporan tersebut hingga akhirnya Angkatan Udara India menarik klaim kemenangannya dan mengatakan dalam latihan itu ‘tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah.’

Tetapi lepas mana yang benar fakta di atas kertas, Sukhoi Su-27 Flanker (induk dari Su-30) telah menjadi salah satu yang terbaik pesawat tempur Rusia. Su-27 memiliki kelas yang sama dari F-14 dan F-15, tetapi tidak seperti jet tempur Amerika pesawat ini bisa terbang pada sudut serangan 30 derajat dan juga dapat melakukan “Pugachev Cobra”.

Dalam Cobra, pesawat tiba-tiba meletakkan hidung ke posisi veritical sebelum menjatuhkannya kembali ke penerbangan normal, menjaga kurang lebih ketinggian sama dalam seluruh manuver. Su-27 dan “Cobra” telah menjadi sorotan utama dalam soal pesawat mulai akhir 1980 hingga pertengahan 1990-an. Tapi, sejak saat itu, manuver Flanker telah makin ditingkatkan.

Jet tempur multirole Su-30MK adalah varian Flanker dilengkapi baik dengan sayap depan canard dan nozel thrust-vectoring yang telah meningkatkan kelincahannya. Pertanyaannya bagaimana manuver seperti ini digunakan dalam pertempuran?

NEXT: KACAUKAN RADAR

Facebook Comments

error: Content is protected !!