Amerika Tolak Jual Mesin Helikopter ke Turki, Prancis dan Polandia Siap Mengganti

Turki dan Pakistan telah sepakat untuk mencari mesin baru yang akan dipasang di 30 helikopter T129 ATAK yang dipesan Isalamabad dari Ankara. Kesepakatan ini diambil setelah Washington menolak menjual mesin tersebut.

Kedua negara itu menandatangani perjanjian penjualan helikopter musim panas ini, dengan Pakistan menetapkan mesin yang dibangun Honeywell dan Rolls-Royce untuk memenuhi persyaratan kinerja dalam penerbangan ketinggian tinggi dan kondisi cuaca buruk yang umum di pegunungan Pakistan.

Namun, dalam sebuah langkah yang oleh para pejabat pengadaan pertahanan Turki digambarkan sebagai “murni politik,” Pentagon menolak untuk menyediakan Ankara dengan mesin tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.

Penolakan penjualan mesin ini diyakini menjadi bagian dari sanksi Washington terhadap Ankara karena menolak mundur dari keputusan untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia  serta ketegangan atas dukungan Amerika untuk militan Kurdi di Suriah utara, penolakan Turki untuk mendukung sanksi Amerika terhadap Iran, dan isu-isu lain.

Surat Kabar Hurriyet melaporkan kini pembuat mesin dari Prancis dan Polandia masing-masing menyatakan minat untuk mengganti mesin buatan Amerika dan Inggris dengan mesin buatan mereka.

Sebelumnya, seorang pejabat senior pertahanan Turki mengatakan kepada media Rusia bahwa pembuat mesin China juga dipertimbangkan untuk ikut menawarkan produknya.

Pakistan awalnya meminta agar mesin helikopter T129 ATAK diuji di Pegunungan Himalaya dalam cuaca buruk dengan ketinggian hingga 14.000 kaki.

Jika tes terbukti berhasil dan kesepakatan dicapai dengan salah satu negara, TAI berharap untuk menyelesaikan pesanan pertahanan Pakistan 30 helikopter dalam lima tahun.

Facebook Comments

error: Content is protected !!