For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kelas Iowa, Raksasa Ini Tidak Pernah Bisa Tidur Lelap

Missouri
Missouri

Amfibi Battleship

Pada tahun 1961 sebuah proposal baru muncul untuk memanfaatkan kapal perang kelas Iowa dengan meningkatkan kemampuannya untuk membawa pasukan angatan laut.

Menara belakang dan tiga senjata 16-inci akan dihapus dan tempatnya akan diubah menjadi hanggar dan dek penerbangan yang mampu membawa 30 helikopter.

Kapal juga akan mengangkut 14 kapal yang digunakan untuk membawa tank dan kendaraan darat serta ruang untuk membawa 1.800 Marinir akan ditambahkan. Setiap amfibi Iowas satu kapal pasukan ekspedisi.

Kapal tetap mampu memberikan tembakan dukungan dengan enam senjata 16-inch yang tersisa dan menggunakan unit amfibi berukuran batalion marinir melalui udara dan laut, sehingga kapal akan menjadi pusat aktivitas.

Tapi lagi-lagi konsep ini masih sangat mahal dan Angkatan Laut memiliki banyak kapal induk surplus yang bisa lebih murah dikonversi ke platform amfibi. Tiga kapal induk tua yang bisa dimodifikasi menjadi model seperti ini juga ada di penyimpanan.

Battleship Iowa AS
Battleship Iowa AS

Battlecarrier

Perang Vietnam juga memunculkan rencana untuk menghidupkan kembali kelas Iowa dalam beberapa bentuk baru. Salah satu kapal perang, New Jersey, sempat diaktifkan kembali untuk melayani di Vietnam.

Pada awal 1980-an, pemerintahan Reagan memulai program pembuatan kapal ambisius. Diputuskan untuk membawa kembali lagi empat Iowa.

Pada fase pertama kapal dimodernisasi sehingga bisa meluncurkan rudal Tomahawk untuk serangan darat, rudal anti kapal Harpoon dan senjata pertahanan Phalanx. Pada pertengahan 1980-an, keempat telah kembali bertugas.

Sementara ada fase kedua yang lebih menarik tetapi tidak pernah dieksekusi. Fase ini kembali dengan memunculkan ide menghilagnkan senjata 16 inci di bagian belakang dan dibangun untuk dek pernerbangan menjorok dan dua menghadap ke depan yang  berntuk sky jump untuk melemparkan pesawat Harrier ke udara.

Kapal akan membawa sampai 20 Harriers, serta hanggar dan lift pesawat. Konsep yang mengubah kapal Iowa menjadi sebuah kapal induk.

Tidak itu saja. Di antara dua sky jump juga akan ditempatkan sistem peluncur rudal silo untuk sistem rudal anti pesawat atau Tomahawk.

Daya tembak dan kemampuan merusak kapal akan meningkat secara substansial. Perdagangan satu menara selama 20 jet Harrier adalah kesepakatan yang cukup baik.

Tambahkan Tomahawk dan kemampuan mereka untuk menyerang dengan presisi di jarak seribu mil  akan menjadikan kemampuan kapal Iowa menjadi sejajar dengan kapal Induk Kelas Nimitz.

Tapi mahal masih menjadi alasan yang membunuh rencana tersebut. Dengan awak hampir 2.000 menjadikan biaya personel sangat tinggi. Sementara jet Harrier juga sudah dilepsakan dari kapal-kapal pendaratan kelas Tarawa, dan rudal silo juga berkembang biak di seluruh armada.

Angkatan Laut sampai pada kesimpulan bahwa jika negara itu akan mendapatkan uang-nya dari empat kapal perang, kapal harus berkonsentrasi pada kemampuan mereka yang unik: menembakkan peluru artileri besar pada musuh. Itu berarti menjaga tiga meriam utama. Skema konversi keren itu akhirnya juga mati.

NEXT: SAATNYA TIDUR LELAP
Facebook Comments