For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

10 Rudal Antarbenua Paling Berbahaya di Dunia

DF-41

7. DF-41 (Cina)

DF-41 merupakan ICBM paling kuat yang dikembangkan China dan menjadi salah satu rudal paling mematikan di dunia.

ICBM ditempatkan pada kendaraan peluncur 8 poros dan serupa dalam konsep ICBM mobile Rusia seperti Topol-M dan Yars. Peluncuran uji coba pertama rudal ini dilakukan pada tahun 2013 dan yang kedua  pada tahun 2014. Beberapa sumber melaporkan bahwa rudal DF-41A diterjunkan pada tahun 2016 atau 2017.

DF-41 adalah rudal bahan bakar padat dengan jangkauan diperkirakan 12 000 km dan membawa hingga 10 MIRV. Rentangnya cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Amerika Serikat, Eropa dan Rusia.  Rudl ini membutuhkan waktu kira-kira 20-25 menit  dari peluncuran untuk mencapai target di Amerika Serikat. Rudal ini sangat menghancurkan dan bisa melenyapkan seluruh negara.

Rudal ini memiliki sistem navigasi internal dengan update sistem navigasi satelit BeiDou China dengan akurasi diperkirakan sampai 150 meter.

DF-41 didasarkan pada chassis roda khusus Taian HTF5980 dengan konfigurasi 16×16. Kendaraan ini memiliki beberapa tingkat mobilitas lintas negara dan dapat melakukan perjalanan di berbagai medan. Menariknya, China telah mendapatkan sejumlah teknologi chassis kendaraan  berat  dari perusahaan MZKT Belarusia.

Perusahaan patungan China dan Belarusia didirikan untuk memproduksi chassis beroda khusus di China. Akhirnya sejumlah kendaraan multi-gardan China, dirancang untuk membawa rudal balistik. Selanjutnya China dengan cepat menjadi negara kedua setelah Belarusia, yang mampu merancang dan memproduksi kendaraan peluncur untuk rudal antar benua ultra berat. Bahkan Rusia, yang secara historis menggunakan ICBM mobile, tidak memiliki teknologi dan keahlian ini, dan mendapatkan kendaraan dari Belarusia.

DF-31AG

8. DF-31AG (China)

DF-31AG adalah ICBM terbaru China. Gambar pertama dari sistem rudal ini muncul pada tahun 2013 dan dilaporkan telah diuji pada tahun 2015 dan pertama kali diumumkan pada tahun 2017. Sistem ini sebelumnya disebut sebagai DF-31B, namun ternyata nama resminya adalah DF-31AG.

Rudal ini membuat debut publiknya selama parade militer besar yang menandai peringatan 90 tahun Tentara Pembebasan Rakyat. Sebanyak 16 peluncur DF-31AG dengan rudal dipamerkan di depan umum selama parade tersebut.

Munculnya  rudal tersebut mengindikasikan bahwa DF-31AG sudah beroperasi dengan Korps Artileri Kedua, yang merupakan kekuatan rudal strategis China. Saat ini merupakan salah satu ICBM paling mematikan di dunia meski lebih kecil dan kurang mampu dibanding DF-41.

DF-31AG adalah versi DF-31A yang dimodifikasi dan ditingkatkan versinya. Rudal DF-31A sebelumnya berbasis silo, sedangkan versi mobile berbasis pada sebuah kendraaan semi trailer. Di sisi lain DF-31AG baru didasarkan pada kendaraan peluncur 8-poros dan lebih mobile.

Fitur ini memperluas pilihan penyebarannya dan dengan demikian meningkatkan survivabilitas. Dalam konsep DF-31AG mirip dengan ICBM mobile Rusia seperti Topol dan Yars.

DF-31AG adalah rudal tiga tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan 11.200 km dan bisa menjangkau seluruh wilayah Amerika Serikat, Eropa dan Rusia.

DF-31A tua membawa hulu ledak tunggal sementara, DF-31AG  dilaporkan membawa beberapa hulu ledak yang dapat ditargetkan secara independen (MIRV). Ada versi DF-31, yang membawa 3 MIRV dengan masing-masing kapasitas ledakan 20, 90, atau 150 kT. Selanjutnya DF-31AG memiliki jangkauan yang lebih panjang dan kemampuan bertahan yang lebih baik.

Rudal memiliki sistem navigasi internal dengan sistem navigasi satelit BeiDou  China. Beberapa sumber menunjukkan bahwa ia memiliki akurasi 150 meter. Rudal ini membawa umpan untuk mengatasi sistem pertahanan rudal.

NEXT

Facebook Comments