For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

US Army Bersiap Untuk Bertempur di Eropa, Tetapi Bisakah Mereka Sampai di Sana?

Dengan kemunculan kembali Rusia sebagai ancaman di Eropa, Angkatan Darat Amerika telah meletakkan fondasi untuk bertarung sekali lagi di benua yang dibelanya selama sebagian besar abad ke-20.

Tetapi jika perang akan pecah besok, militer Amerika akan kesulitan untuk memindahkan tank, senjata berat dan peralatan yang dibutuhkan untuk menghadapi pasukan Rusia.

Dan bahkan jika personel Angkatan Darat bisa tiba di sana dalam jumlah, maka masalah sebenarnya akan dimulai: bagaimana Amerika akan mendukung mereka?

Kapasitas kapal angkut atau sealift Amerika saat ini jumlahnya jauh lebih kecil daripada saat Perang Dunia II. Gabungkan dengan fakta bahwa industri pembuatan kapal komersial di Amerika hampir tidak ada, dan Amerika tidak dapat meluncurkan kapal logistik besar-besaran seperti yang dilakukan selama dekade-dekade perang yang lalu.

Kapal-kapal Amerika yang siap tersedia untuk skala besar adalah 46 kapal di Ready Reserve Force, 15 kapal di Military Sealift Command, dan sekitar 60 kapal komersial berbendera Amerika di Program Keamanan Maritim tersedia untuk militer dalam situasi krisis,

Masalah semakin rumit karena 46 kapal di Ready Reserve Force sudah tua dan dengan cepat mendekati akhir hidup mereka, seperti banyak insinyur senior yang masih berkualifikasi dan mampu bekerja di pabrik penggerak uap yang sudah tua. Masalah ini muncuk karena operasi tempur berskala besar dalam 17 tahun berfokus pada perang kecil.

Penurunan kapasitas angkut militer Amerika menjadi salah satu lonceng peringatan di Washington ketika struktur keamanan nasional kini fokus untuk mengatasi ancaman ganda dari China dan Rusia. Hal ini telah mendorong upaya di Kongres untuk mencoba dan membuat Angkatan Laut mencari kelas baru kapal logistic juga menyarankan pandangan di pasar terbuka untuk kapal komersial yang digunakan untuk menjembatani kesenjangan modernisasi.

Namun daftar masalah yang dihadapi Ready Reserve Force saat ini sangat berat. Dan menyelesaikannya akan berarti Angkatan Laut membutuhkan dana besar.

Laporan Angkatan Laut baru-baru ini kepada Kongres memperkirakan bahwa sekitar 90 persen dari semua peralatan yang digunakan  Angkatan Darat dan Korps Marinir  kemungkinan besar akan diangkut melalui laut dan Angkatan Darat telah berlatih memindahkan sejumlah besar pasukan dan peralatan ke Eropa.

Pada tahun 2017, Angkatan Darat mengerahkan dua Tim Brigade Tempur Lapis Baja Berat ke Eropa secara bergantian, termasuk alat berat, dan ingin memindahkan kelompok yang lebih besar di masa depan.

Tetapi Jerry Hendrix, seorang pensiunan kapten Angkatan Laut dan analis dari perusahaan konsultan The Telemus Group mengatakan  jika Angkatan Darat akan melakukan perang besar-besaran di Eropa, ia harus mulai berpikir besar.

“Orang-orang Amerika terlalu sering percaya bahwa kita dapat menerbangkan semua yang kita butuhkan ke Eropa tetapi itu tidak benar,” kata Hendrix sebagaimana dikutip Defense News Selasa 9 Oktober 2018.

“Kami telah berlatih dengan Brigade Combat Teams tetapi jika kami harus bertempur besar dengan Rusia, Anda akan melihat kebutuhan untuk memindahkan korps – dua atau tiga divisi.”

Dari 46 kapal dalam Ready Reserve Force, yang dikombinasikan dengan 15 kapal kontainer roll-on / roll-off Militer Sealift Command membentuk armada aka nada 24 kapal yang dioperasikan dengan uap.

Mesin uap sebagian besar sudah usang di dunia komersial dimana Amerika bergantung pada persediaan darurat dari pelaut terlatih. Dan lambung kapal dengan cepat mendekati akhir dari masa hidup mereka.

“Usia rata-rata armada ini adalah 43 tahun,” kata administrator maritim, pensiun Laksamana Muda Mark Buzby, dalam wawancara baru-baru ini.

“Mereka adalah beberapa kapal tua yang telah melayani dengan baik. Mereka tidak lagi dapat digunakan secara komersial tetapi mereka secara militer berguna karena konfigurasi mereka, kekuatan dek, ketinggian lambung mereka yang dapat membawa peralatan besar yang tidak akan muat dalam desain komersial. ”

Buzby mengatakan dari 46 kapal dalam pasukan cadangannya, sekitar 23 atau 24 perlu perhatian mendesak.

Facebook Comments