Lupakan Timur Tengah, Kelompok Tempur USS Harry S. Truman Kini Mendekat ke Rusia

USS Harry S. Truman

Amerika benar-benar tidak tertarik lagi untuk mengirimkan kapal induk ke wilayah Timur Tengah yang dalam beberapa dekade terakhir adalah hal yang wajib dilakukan. Sesuai dengan fokus terbaru mereka, kapal induk kini lebih diarahkan ke wilayah dekat Rusia dan China.

Setelah beberapa kali menggerakkan kapal induk berlayar di wilayah yang dikonflikkan di Laut China Selatan, kini USS Harry S. Truman bergerak ke Eropa. Mereka akan bergabung dalam latihan militer NATO bulan depan yang disebut-sebut sebagai unjuk kekuatan terbesar dalam 20 tahun terakhir.

“Kapal induk USS Harry S. Truman dan kelompok tempurnya termasuk kapal dan pesawat, akan ikut serta dalam Trident Juncture,” kata Komandan Angkatan Laut Amerika di Eropa Laksamana James G. Foggo di markas NATO, di Brussels Selasa 9 Oktober 2018. Fogo juga menjabat sebagai Komandan Angkatan Laut NATO.

Trident Juncture akan diikuti 29 anggota NATO dan juga militer dari Swedia dan Finlandia. Menurut Foggo, latihan ini memiliki tiga tema, yang dikenal sebagai tiga D yakni Defensive, Demonstrates dan Deter.

“NATO adalah aliansi pertahanan [defensive alliance], Trident Juncture menunjukkan defensive demonstrates deter kita yang kredibel, dan bersama-sama kita menghalangi musuh potensial [deter potential].”

Latihan akan berlangsung di Norwegia mulai 25 Oktober hingga 7 November dengan sekitar 50.000 personel akan terlibat.

Ketika ditanya tentang kedekatan latihan dengan perbatasan Rusia, Letnan Jenderal Norwegia Rune Jakobsen mengatakan, “Area latihan inti lebih dari 1.000 kilometer dari perbatasan Rusia, dan operasi udara bisa berlangsung hingga 500 kilometer jauhnya dari perbatasan, jadi tidak ada alasan bagi Rusia untuk merasa takut atau melihat ini sebagai sesuatu yang lain daripada latihan bertahan. ”

USS Truman sebelumnya ditempatkan di Laut Mediterania Timur melakukan operasi melawan ISIS. Tetapi seperti diketahui Amerika telah mengubah perhatian mereka dari ancaman teroris menjadi ancaman menghadapi dua kekuatan besar yakni Rusia dan China yang menurut Washington terus meningkatkan agresivitas mereka.

Facebook Comments

error: Content is protected !!