For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

NATO Khawatirkan Pertemuan Trump-Putin

Beberapa anggota parlemen Jerman dan pakar keamanan menyebut NATO khawatir bahwa Presiden Amerika Donald Trump, dalam pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, bisa mengambil langkah-langkah yang tidak terkoordinasi dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara tersebut.

Peter Beyer, Koordinator Transatlantik bagi koalisi yang berkuasa pimpinan Kanselir Jerman Angela Merkel, mengatakan kepada jaringan surat kabar Jerman bahwa negara-negara anggota NATO tidak diikutsertakan dalam perencanaan pertemuan puncak antara Trump dan Putin di Helsinki, Finlandia, pada 16 Juli.

“Ada kekhawatiran yang meningkat di dalam persekutuan soal kesepakatan-kesepakatan apa yang mungkin dicapai oleh Trump dan Putin,” kata Beyer kepada surat kabar Funke Mediengruppe dalam wawancara yang diterbitkan pada Sabtu.

Trump, yang akan berangkat ke Eropa pada Selasa 10 Juli 2018, akan melakukan pertemuan dengan sekutu-sekutu NATO-nya di Brussel serta kunjungan ke Inggris sebelum mengadakan pertemuan empat-mata dengan Putin.

Beyer mengatakan pertemuan puncak baru-baru ini yang dilakukan Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Singapura telah menciptakan kekhawatiran bahwa Trump akan membiarkan Putin “melancarkan tipu daya terhadapnya [Trump]” di Helsinki.

“Kim [Jong Un] sejauh ini hanya memberikan janji-janji. Kita tidak tahu apakah dia sudah berhenti melakukan pengayaan uranium. Namun Trump mengumumkan pertemuan seperti itu sebagai suatu keberhasilan,” kata Beyer, yang merupakan anggota Demokrat Kristen (CDU) pimpinan Merkel, dalam pernyataan yang tidak biasanya diberikan secara terang-terangan.

Wolfgang Ischinger, ketua Konferensi Keamanan Munchen dan mantan duta besar Jerman untuk Washington, mengatakan mungkin saja Trump akan menolak menandatangani komunike pada pertemuan puncak NATO pekan depan di Brussel mengingat apa yang dilakukan Trump pada KTT Kelompok Tujuh.

Christian Lindner, ketua Demokrat Bebas pendukung pengusaha, mengatakan kepada Deutschlandfunk dalam wawancara bahwa ia tidak mempercayai Trump dan tindakannya menyangkut perdagangan serta keamanan tidak sesuai dengan kepentingan jangka panjang Amerika Serikat.

“Ia sangat tidak stabil. Dalam waktu 24 jam, Trump bisa mengubah sikapnya 180 derajat,” kata Lindner.

Lindner mendesak Eropa untuk mengambil sikap bersama sebagai zona ekonomi tunggal terbesar serta langkah untuk mengimbangi Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Facebook Comments