For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

F-14 Iran, Perjuangan Terakhir Sang Tomcat

F-14-IRIAF-overhauled-3-706x492

Teheran berpaling ke pasar gelap, dengan membayar penyelundup untuk membawa komponen F-14 ke Iran. Pihak berwenang Amerika menyadari perdagangan gelap ini 1998.

Pada bulan Maret tahun itu, agen federal menangkap pria kelahiran Iran Parviz Lavi di rumahnya di Long Island dengan tuduhan mencoba untuk membeli suku cadang mesin TF-30 dan F -14 melalui Belanda. Lavi dihukum lima tahun penjara ditambah denda US$ 125.000.

Pada tahun 1998, vendor suku cadang pesawat di San Diego mengatakan kepada petugas bea cukai bahwa Multicore Ltd di California telah meminta informasi harga untuk segel asupan udara yang hanya digunakan pada F-14.

Agen menangkap Multicore Saeed Homayouni, warga Kanada naturalisasi dari Iran, dan Yew Leng Fung, warga negara Malaysia.

“Catatan Bank menyebutkan bahwa Multicore Ltd telah membuat 399 pembayaran sebesar US$2.260.000 untuk broker bagian militer sejak tahun 1995 dan telah menerima deposito US$ 2.210.000,” tulis The Washington Post.

Perusahaan mengirim bagian sebagian barang melalui Singapura. FBI mulai menyelidiki 18 perusahaan yang telah memasok komponen pesawat untuk multicore.

Pada September 2003, pemerintah AS menangkap warga Iran Serzhik Avasappian di sebuah hotel South Florida sebagai bagian dari operasi.

Agen telah menemukan bukti Avasappian memiliki beberap abagian F-14 senilai US$800 ribu dan menangkapnya setelah ia menawarkan kepada pembeli.

“Sementara komponen ini mungkin tampak relatif tidak berbahaya untuk mata yang tak terlatih, mereka dikontrol ketat untuk alasan yang baik,” kata Imigrasi dan Bea Cukai agen interim Yesus Torres dalam sebuah pernyataan.

“Di tangan yang salah, mereka menimbulkan ancaman potensial untuk Amerika di rumah dan di luar negeri.”

Penyelundupan semakin meningkat setelah US Navy mempensiun F-14 terakhir pada tahun 2006, meninggalkan Iran sebagai satu-satunya operator pesawat ini ini. Pada tahun 2007, agen-agen AS bahkan menyita empat F-14 utuh eks US Navy di California – tiga di museum dan satu milik produser di acara militer di TV JAG -.

Kongres AS sangat marah kepada Pentagon karena longgarnya penangangan F-14. DPR meloloskan RUU khusus yang melarang setiap perdagangan komponen Tomcat ke Iran atau entitas lain, dan kemudian presiden George W. Bush menandatangani hukum pada tahun 2008.

Untuk mencegah penyelundupan sekitar 150 F-14 dihancurkan. Pesawat yang dipajang di museum benar-benar dibersihkan dari semua teknologinya dan tidak ada staupuna pesawat yang disimpan di “boneyard” di Arizona selayaknya pesawat lain.

Meski begitu upaya penyelundupan masih saja terjadi. Pada awal 2014, US Department of Homeland Security menyelidiki pedagang senjata Israel yang dikatakan dua kali mencoba untuk mengirim suku cadang F-14 ke Iran.

Next: 40 Tahun dan Tetap Baik
Facebook Comments

error: Content is protected !!