For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

F-14 Iran, Perjuangan Terakhir Sang Tomcat

Pada tanggal 9 April 1972, Irak dan Uni Soviet menandatangani perjanjian bersejarah. Uni Soviet berkomitmen untuk mempersenjatai negara tersebut dengan persenjataan terbaru. Sebagai imbalan Soviet akan mendapatkan akses utama minyak dan tentu saja pengaruh besar di kawasan.

Tetangganya, Iran mulai gelisah dengan aliansi yang terbentuk antara Irak dan Rusia. Iran didominasi Syah dan Irak dikuasai Sunni. Maka Iran pun melakukan upaya keras untuk mengimbangi apa yang terjadi di Irak. dan tidak ada cara lain kecuali mengulungkan tangan ke Amerika untuk meminta bantuan.

Di Teheran, Raja Mohammad Reza Syah Pahlevi – bergerak cepat untuk melawan gerakan Baghdad. Di depan Amerika dia secara terbuka menyatakan ingin memilik bukan hanya senjata biasa tetapi pesawat temperu terbaik dan terbaru yang ada di Amerika. Bahkan kala itu dikatakan Iran akan membeli apapun yang bisa terbang.

Pahlavi kemudian tertarik untuk mendapatkan pesawat tempur yang bisa terbang cepat dan menembak dari jarak jauh untuk melawan MiG-25 Foxbat Soviet yang beberapa kali diketahui telah terbang pada ketinggian 60.000 kaki dengan kecepatan Mach 3 di atas Iran.

Presiden AS kala itu Richard Nixon pun dengan penuh semangat mengabulkan permintaan Teheran. Presiden dan penasihat keamanan nasional Henry Kissinger mengunjungi Teheran Mei 1972  dan menawarkan kepada Iran cek kosong. Bahwa setiap senjata yang dia inginkan akan dia dapatkan.

Dan begitulah akhirnya. Dimulai pada pertengahan 1970-an, Iran kemudian menjadi satu-satunya negara di luar Amerika yang bisa mengoperasionalkan pesawat tempur pencegat paling cepat dan paling tangguh yang pernah dibangun yakni Grumman F-14 Tomcat. Sebuah pesawat sayap ayun yang mengemas radar canggih dan rudal udara ke udara jarak jauh AIM-54 Phoenix.

Tetapi kemudian Amerika dengan cepat menyesal dengan keputusannya tersebut. Pada bulan Februari 1979, kelompok Islam bangkit melawan kekuasaan pemerintah. Mereka menculik 52 orang Amerika di kedutaan AS di Teheran dan mengantarkan kembalinya Ayatollah Ruhollah Khomeini. Revolusi Islam Iran pun berubah dari semula sekutu dekat Amerika menjadi negara yang paling memusuhi Washington. Tetapi saat itu sudah 79 pesawat paling menakutkan F-14 sudah ada di Iran.

Selama lima dekade kemudian Amerika melakukan berbagai cara untuk membunuh Tomcat Iran. Tetapi upaya embargo sekian lama belum menjadikan F-14 Iran menyerah untuk terbang. Melalui kombinasi kecerdikan rekayasa dan spionase, Iran bisa menjaga F-14 bekerja bahkan dalam beberapa aspek bisa mengupgrade teknologinya. Para jet tempur ini dengan berani mengambil pertempuran bahkan berhadap-hadapan dengan pesawat Amerika.

Hingga saat ini 40 F-14 atau bahkan lebih masih berada di layanan Angkatan Udara Iran. Bahkan ketika Amerika sudah mempensiun pesawat tersebut pada 2006. Artinya saat ini Iran menjadi satu-satunya negara yang menerbangkan Tomcat.

F-14 muncul berawal dari produk gagal. Pada tahun 1960, Pentagon berharap untuk menggantikan ribuan jet tempur Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika dengan satu peaawat yang mampu melakukan misi pertempuran udara dan serangan darat. Hasilnya adalah General Dynamics F-111. Sebuah pesawat mesin ganda dua kursi yang mengusung sejumlah keajaiban teknologi. Dia mampu menjadi pesawat tampur bomber yang sangat baik dalam layanan Angkatan Udara.

Tapi bagi Angktaan Laut F-111 adalah bencana. Kompleks, kurang bertenaga dan sulit untuk mempertahankan diri, versi Angkatan Laut F-111B  yang dibangun kerjasama General Dynamics dan Grumman – juga Widowmaker gagal. Dari tujuh prototipe F-111B yang dibangun konsorsium mulai pada tahun 1964, tiga jatuh.

Pada tahun 1968, Departemen Pertahanan menghentikan pembangunan F-111B. Dan untuk mengisi kebutuhan ini Grumman menawarkan konsep ayunan sayap, mesin TF-30, radar AWG-9 dan AIM-54 rudal jarak jauh dari desain F-111B dan dikemas menjadi sebuah pesawat kecil, ringan dan sederhana.

Voila – F-14. Prototipe pertama dari pesawat ini lepas landas pada penerbangan perdananya pada bulan Desember 1970.  Kemudian armada Amerika mendapatkan Tomcat pertama dua tahun kemudian. Grumman akhirnya membangun 712 F-14.

Next: Mimpi Buruk Datang dengan Cepat
Facebook Comments