Kebijakan pertahanan Eropa menghadapi ujian stres yang paling penting sejak awal perang dingin. Invasi Rusia ke Ukraina membawa perang kembali ke jantung Eropa. Dan mengungkapkan betapa bergantungnya orang Eropa pada Amerika Serikat untuk pertahanan mereka.
Hal ini memaksa orang Eropa untuk meninjau kembali persyaratan pertahanan mereka. Termasuk pertahanan kolektif benua itu, dan mengatasi keadaan menyedihkan dari rencana mereka saat ini. Jika terpilih kembali sebagai presiden Amerika Donald Trump telah mengisyaratkan dia akan secara drastis mengurangi atau menghapus dukungan militer Amerika untuk Eropa.
Tetapi bahkan mengesampingkan tujuan Trump situasi bagi Eropa memang sudah tidak bagus. Ada bersaing dan perdebatan domestik di Amerika yang terpolarisasi. Selain itu lingkungan keamanan Eropa juga memburuk. Ini berarti bahwa orang Eropa sangat perlu memperkuat kemampuan mereka untuk mempertahankan benua itu dengan lebih sedikit masukan dari Washington.
Sekilas Eropa memiliki sarana untuk mempertahankan diri. Sekutu NATO Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa bersama-sama menghabiskan anggaran pertahanan empat kali lebih besar daripada Rusia. Kekuatan militer gabungan mereka lebih besar daripada Rusia atau Amerika.
Dan industri pertahanan Eropa memproduksi beberapa sistem persenjataan paling canggih. Enam negara Eropa berada di antara sepuluh besar pengekspor senjata global . Terakhir, PDB Eropa sepuluh kali lebih besar daripada Rusia dan kedua setelah Amerika.
Namun puluhan tahun Eropa dibuai perdamaian dan Amerika menyediakan kemampuan utama. Kondisi ini telah melemahnya kekuatan militer dan industri pertahanan Eropa selama puluhan tahun. Situasi telah membuat bantuan mereka ke Ukraina menjadi rumit dan lambat. Dengan demikian membangun kembali militer Eropa kini tampak sangat menantang.
Invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022 menjadi peringatan bagi banyak orang Eropa. Namun, lingkungan keamanan Eropa sebenarnya telah memburuk jauh lebih lama. Hubungan Eropa dengan Rusia telah menurun sejak tahun 2007. Ketika Vladimir Putin menyampaikan pidatonya yang terkenal di Konferensi Keamanan Munich. Sasat itu dia menuduh Amerika menciptakan dunia unipolar yang merusak dengan satu tuan dan satu kedaulatan. Hal ini tidak menarik bagi Rusia.
Setelah Amerika dan Uni Eropa berupaya memasukkan Rusia dalam sistem keamanan pascaperang dingin, Putin menyerukan pemikiran ulang sistem. Apa yang terjadi selanjutnya adalah bukti dari niat ini. Invasi Rusia ke Georgia pada tahun 2008; aneksasi atas Krimea dan dimulainya konflik berkepanjangan di Donbas pada tahun 2014. Moscow juga secara bertahap menarik diri dari arsitektur pengendalian senjata dan keamanan yang telah dibangun sejak tahun 1970-an. Dan kemudian invasinya ke Ukraina.
Untuk informasi selengkapnya simak dalam dua seri tayangan berikut:

