Masoud Pezeshkian memenangkan pemilihan presiden putaran kedua Iran yang digelar 5 Juli 2024. Situasi yang menunjukkan ada pergeseran kekuatan di negara tersebut.
Media Iran melaporkan Pezeshkian memperoleh lebih dari 16 juta suara. Sementara lawannya, Saeed Jalili memperoleh sekitar 13,5 juta suara. Pezeshkian dan Jalili masing-masing memperoleh sekitar 10,4 juta dan 9,5 juta suara pada putaran pertama pemungutan suara pada tanggal 28 Juni. Komisi Pemilihan Umum Iran mengumumkan jumlah pemilih yang memberikan suara pada pemilihan presiden putaran kedua adalah 49,8 persen. Ini menandai peningkatan sekitar 10 persen dari putaran pertama pemilihan pada tanggal 28 Juni
Masoud Pezeshkian adalah seorang tokoh moderat. Sementara Jailili seorang garis keras ultrakonservati. Pezeshkian akan dilantik pada tanggal yang tidak ditentukan antara tanggal 22 Juli hingga tanggal 5 Agustus.
Kepresidenan Pezeshkian akan menandai peralihan dari kepresidenan Presiden garis keras Ebrahim Raisi. Pezeshkian telah berulang kali mengkritik kepresidenan Raisi dalam beberapa minggu terakhir.
Pezeshkian sebelumnya menjabat sebagai pejabat kesehatan senior di pemerintahan reformis Mohammad Khatami dari tahun 2000-2005. Dan sebagai anggota parlemen dari tahun 2008 hingga 2024.
Pezeshkian berasal dari Mahabad, Provinsi Azerbaijan Barat, dan fasih berbahasa Azeri serta Kurdi. Pezeshkian dilatih sebagai dokter dan bertugas sebagai tenaga medis selama perang Iran-Irak dari tahun 1980 hingga 1988. Ia kemudian bertugas di pemerintahan reformis Khatami sebagai menteri kesehatan dan pendidikan kedokteran.
Untuk informasi selengkapnya simak tayangan berikut:

