Kapal penjelajah peluru kendali kelas USS Ticonderoga pertama baru-baru ini tiba di Pelabuhan Brownsville di Texas di mana kapal itu akan dibongkar. Angkatan Laut Amerika menonaktifkan kapal pertama yang dilengkapi dengan sistem tempur Aegis tersebut pada tahun 2004 setelah lebih dari dua dekade dalam pelayanan.
USS Ticonderoga tiba di galangan International Shipbreaking Limited di Brownsville pada bulan September 2020. International Shipbreaking adalah anak perusahaan dari EMR Group, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang daur ulang kapal.
Ticonderoga dibangun pada tahun 1980 di galangan Ingalls Shipbuilding di Pascagoula, Mississippi. Pengembangan kapal kelas ini telah dimulai pada 1970-an menggunakan turunan bentuk lambung dari kapal perusak berpeluru kendali kelas Spruance. Angkatan Laut memutuskan bahwa memanfaatkan desain yang ada karena akan lebih murah daripada memperoleh desain kapal yang serba baru. Kapal dibangun untuk mengakomodasi sistem tempur Aegis baru dan radar AN / SPY-1. Kapal-kapal ini juga yang pertama dibangun Angkatan Laut dalam modul berbeda dan kemudian digabungkan, bukan seluruhnya dari lambung kapal, sebuah proses yang juga dimaksudkan untuk menghemat waktu dan uang.
Perlu dicatat bahwa keputusan untuk menggunakan bentuk lambung kelas Spruance dasar juga mengakibatkan kapal-kapal kelebihan berat yang sampai hari ini menderita karena retakan terus-menerus pada superstruktur aluminium mereka. Masalah yang memakan waktu dan biaya mahal untuk perbaikan.
Dengan DNA Spruance, kapal-kapal ini awalnya dikategorikan sebagai kapal perusak berpeluru kendali, bukan kapal penjelajah. Namun, kombinasi yang kuat dari Aegis dan radar AN / SPY-1, serta penambahan sistem mutakhir lainnya ke dalam desain kapal, membuat Angkatan Laut memutuskan kapal dapat berfungsi sebagai kapal andalan untuk kelompok tempur permukaan dan akan menjadi pusat saraf manajemen pertempuran perang udara utama untuk kelompok tempur kapal induk. Pada gilirannya, Angkatan Laut Amerika kemudian memutuskan untuk mengkategorikan ulang mereka sebagai kapal penjelajah guna mencerminkan kemampuan mereka yang lebih luas.
Lima kapal kelas Ticonderoga pertama ditugaskan antara tahun 1983 dan 1987. Persenjataan utama kapal-kapal ini terdiri dari sepasang peluncur rudal Mk 26 rel ganda dan dua senjata lima inci, masing-masing satu di haluan dan di buritan. Selain itu juga membawa dua quad peluncur untuk rudal jelajah anti-kapal Harpoon. Mk 26 mampu menembakkan rudal permukaan ke udara Standard Missile-2 dan roket antikapal selam RUR-5. Kapal penjelajah ini juga memiliki tabung torpedo yang dipasang di dek dan sepasang Phalanx Close-in Weapon Systems (CIWS).
Mulai tahun 1984, Ingalls dan Bath Iron Works mulai membangun subvarian dari kelas Ticonderoga yang menggantikan masing-masing Mk 26 dengan Sistem Peluncuran Vertikal Mk 41 61-sel. Peluncur ini memungkinkan mereka untuk menggunakan senjata yang jauh lebih luas dengan lebih andal dan cepat, termasuk rudal jelajah serangan darat Tomahawk. Dua galangan ini akhirnya membangun 22 lebih kapal penjelajah dalam konfigurasi multi-misi yang jauh lebih mampu.
https://www.youtube.com/watch?v=LNRg76ry3vs
Namun, Angkatan Laut Amerika memanfaatkan Ticonderoga dan empat kapal penjelajah awal lainnya di kelas ini dengan baik. USS Ticonderoga, serta USS Vincennes, mengambil bagian dalam Tanker War yang merupakan bagian dari Perang Iran-Irak di Teluk Persia pada akhir 1980-an. Selama operasi itulah Vincennes bertanggung jawab atas penembakan tragis Iran Air Flight 655 pada tahun 1985. Ticonderoga juga mendukung Perang Teluk Persia antara 1991 dan 1992.
Setelah lebih dari satu dekade, Angkatan Amerika Laut menonaktifkan Ticonderoga pada tahun 2004. Angkatan Laut juga menonaktifkan USS Yorktown dan USS Valley Forge tahun itu. USS Vincennes dan USS Thomas S. Gates mengikuti mereka tahun berikutnya. Dari lima kapal penjelajah kelas Ticonderoga pertama, hanya kapal pertama dan USS Yorktown yang masih ada saat ini. USS Vincennes dan Thomas S. Gates telah dihapus. Angkatan Laut menenggelamkan bekas Valley Forge di lepas pantai Hawai pada tahun 2006.

