Traktat Intermediate Nuclear Forces (INF) menjadi pembicaraan penting dalam beberapa hari terakhir. Setelah Amerika menarik diri dari perjanjian tersebut dan Rusia mengikutinya, dunia kembali dibayangi dengan ancaman perlombaan senjata yang bisa menyeret situasi ke era Perang Dingin.
Perjanjian INF ditandatangani pada 1987 antara Amerika Serikat dan Uni Soviet menyepakati untuk kedua belah pihak melakukan pembatasan rudal nuklir jarak dekat dan menengah berbasis darat. Sebagai akibat dari perjanjian ini, masing-masing negara harus memusnahkan senjata-senjata yang masuk dalam kategori yang diatur dalam perjanjian.
Berikut tiga senjata Amerika yang akhirnya harus dihancurkan karena adanya perjanjian tersebut.
1.Rudal Jelajah BGM-109g Gryphon
Rudal enam sayap ini dikerahkan untuk NATO pada 1980-an. Rudal BGM-109g memiliki jangkauan sekitar 1.553 mil dan membawa hulu ledak W84 200-kiloton.
2. Rudal Balistik MGM-31A Pershing I dan MGM-31B Pershing IA
Pershing I menjadi salah satu rudal nuklir paling berbahaya Amerika dan bisa mencapai target 740 mil jauhnya. Dengan hulu ledak W50 400 kiloton atau sekitar 20 kali dari bom yang digunakan pada Nagasaki. Menurut laporan New York Times 1987Jerman Barat mengoperasikan 72 Pershing 1A.
3. MGM-31C Pershing II
Rudal ini ini memiliki jangkauan yang 1.100 mil dan memiliki hulu ledak W85 50 kiloton. Meski hanya seperdelapan dari hulu ledak Pershing I dan Pershing Ia, Pershing II cukup akurat.

Menurut situs Departemen Luar Negeri, ketiga sistem ini telah dihancurkan seluruhnya pada akhir Mei 1991dengan pengecualian rudal yang dilucuti dan digunakan untuk museum.



