Saat Amerika Makin Jengkel, Putin-Erdogan Janji Lanjutkan Kerja Sama Militer
Sputnik

Saat Amerika Makin Jengkel, Putin-Erdogan Janji Lanjutkan Kerja Sama Militer

Kremlin dalam pernyataannya Rabu 11 Desember 2019 menyebutkan, Presiden Rusia Vladimir Putin bersama timpalannya dari Turki Tayyip Erdogan berjanji akan melanjutkan kerja sama di sektor militer dan energi.

Perjanjian, yang dibuat melalui percakapan telepon, terjadi setelah juru bicara presiden Turki mengatakan Undang-undang Amerika untuk memberlakukan sanksi terhadap Turki tidak akan memengaruhi penggunaan sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia oleh Ankara sekalipun legislasi itu telah diloloskan oleh Kongres Amerika.

Salah satu Komite Senat Amerika pada Rabu mendukung Undang-Undang untuk menjatuhkan sanksi terhadap Turki pasca-operasi militer Turki di Suriah dan pembelian sistem S-400 buatan Rusia.

Turki dan Rusia selama ini telah menjalin kerjasama militer termasuk melakukan patroli bersama di wilayah Suriah guna menciptakan zona aman. Wilayah ini dibangun Turki melalui operasi lintas batas beberapa waktu lalu guna menempatkan kembali jutaan pengungsi Suriah yang tingga di Turki.

Militerisasi Idlib

Di bagian lain Rusia, Turki dan Iran menyatakan keprihatinan mengenai peningkatan kehadiran kelompok-kelompok teroris di Provinsi Idlib, Suriah, kata ketiga negara tersebut setelah pembicaraan di Kazakhstan menjanjikan untuk mengkordinasikan aksi mengatasi para militan tersebut.

Moskow, Ankara dan Teheran “menyoroti perlunya suasana tenang di lapangan”, kata ketiganya dalam pernyataan bersama setelah pembicaraan itu, yang juga dihadiri oleh wakil-wakil dari pemerintah Damaskus dan oposisi bersenjata Suriah.

Tiga negara itu sebagaimana dilaporkan Reuters, juga mengatakan mereka menolak usaha-usaha menciptakan “kenyataan baru di lapangan, termasuk prakarsa-prakarsa pemerintahan sendiri yang tak sah” dan mereka menentang penyitaan ilegal dan pengalihan pendapatan minyak Suriah.

Ketika mengomentari kerja Komite Konstitusi Suriah, ketiga negara itu menyatakan komite itu seyogyanya diurus dengan rasa “kompromi dan pelibatan konstruktif” tanpa campur tangan asing dan memberlakukan jadwal waktu.