For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Amerika Sebut Iran di Balik Tewasnya 600 Prajurit Mereka di Irak

Perwakilan Khusus Amerika untuk Iran, Brian Hook, mengatakan Iran berada di balik tewasnya lebih dari 600 personel militer Irak. Pernyataan ini dikeluarkan di tengah kabar Presiden Amerika Donald Trump sedang menyiapkan serangkaian sanksi baru kepada Teheran.

“Di Irak, saya dapat mengumumkan hari ini, berdasarkan laporan rahasia militer Amerika bahwa Iran bertanggung jawab atas kematian sedikitnya 608 anggota militer Amerika. Ini merupakan 17 persen dari semua kematian personel Amerika di Irak dari 2003 hingga 2011,” kata Hook sebagaimana dilaporkan Sputnik Rabu 3 April 2019.

Utusan khusus Amerika tersebut juga mengklaim bahwa proksi Garda Revolusi Iran juga bertanggung jawab atas pembunuhan lebih warga Irak. Lebih jauh Hook menuduh bahwa Teheran berusaha membawa Irak “di bawah kendali Iran” dan bahwa kunjungan terakhir oleh Presiden Iran Hassan Rouhani adalah bagian dari upaya ini. Teheran belum mengomentari tuduhan itu, yang diklaim oleh Hook.

Rouhani tiba di Baghdad pada kunjungan resmi pada 12 Maret untuk membahas hubungan bilateral dan menandatangani beberapa perjanjian kerangka kerja. Selama kunjungan itu, presiden Iran menyerukan peningkatan hubungan antara kedua negara.

Amerika telah mengancam Irak dengan sanksi atas pembelian listrik dari Iran, tetapi sejauh ini mengeluarkan keringanan sementara untuk Baghdad. Pada gilirannya, Presiden Irak Barham Salih telah mengumumkan bahwa negaranya tidak akan mematuhi sanksi sepihak Washington terhadap Iran, yang merupakan salah satu mitra dagang terbesar Irak dengan omset tahunan sekitar US$ 13 miliar.

Facebook Comments