For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Angkatan Udara Rusia Terima Pesawat Komando Udara A-50U Keenam

Angkatan Udara Rusia telah mengirimkan pesawat radar jarak jauh A-50U keenam yang ditingkatkan dari versi sebelumnya. Pesawat semacam ini di Amerika dikenal sebagai Airborne Warning and Control System (AWACS)  atau pesawat komando udara.

“Pesawat pengawasan dan kontrol radar jarak jauh A-50U telah dimodernisasi sebagai bagian dari program berskala besar untuk memperbarui pesawat pengintai radar jarak jauh yang ditentukan oleh rencana pengadaan pertahanan,” kantor pers Rostec mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis 28 Maret 2019.

Upgrade pesawat ini dilakukan Vega Company  diintegrasikan ke dalam Ruselectronics Group  dan merupakan bagian dari perusahaan teknologi tinggi Rostec serta Beriev Aircraft Company bagian dari United Aircraft Corporation.

“Pesawat pengintai radar jarak jauh menerbangkan radar dengan fungsi pos komando dan kontrol. Peralatan teknis, sistem radio-elektronik yang dipasang, dan karakteristik penerbangan sangat penting untuk kecepatan mendeteksi dan melawan potensi senjata udara musuh,” tambah Rostec mengutip CEO Vega Vyacheslav Mikheyev.

A-50U dirancang untuk mendeteksi, melacak dan menentukan target udara, darat dan laut dan mentransfer data ke pos komando, memandu jet tempur menuju target udara dan pesawat garis depan menuju target darat dan laut.

A-50U adalah platform Airborne Warning and Control System (AWACS) yang menjadi pusat pengolahan data terbang raksasa yang digunakan untuk mendeteksi dan melacak sejumlah jet udara (jet tempur, pembom, rudal balistik dan jelajah), tanah (kolom tank) dan target permukaan air.

Pesawat ini juga menginformasikan ke pusat komando tentang perkembangan di udara dan laut, dan mengarahkan jet tempur untuk menyerang.

A-50U melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 2011, dan merupakan peningkatan terbaru dari A-50, yang memasuki layanan Rusia pada tahun 1989.

Sputnik

Didasarkan pada badan pesawat Ilyushin Il-76, A-50U dapat melacak target permukaan hingga 186 mil dan target udara hingga 373 mil.

Kubah A-50U berada di atas, yang disebut kru Rusia sebagai “jamur”, adalah radar Shmel-M (Shmel II)  berdiameter 36 kaki yang terdiri dari dua antena yang berputar 6 kali per menit. Radar Shmel-M bekerja dalam mode pencarian kuasi-konstan. Pesawat juga berfungsi sebagai pusat kontrol, mampu mengelola 10-12 jet tempur secara bersamaan.

Pesawat ini pengembangan menjadi verfsi lebih modern dibandingkan A-50. Secara khusus, kita berbicara tentang radar, yang berfungsi sebagai inti dari kemampuan elektronik. A-50 dilengkapi dengan kompleks teknik radio Vega Shmel ( ‘Bumblebee’). Sementara A-50U menggunakan fitur Shmel II. Karakteristik mereka berbeda secara signifikan. ”

Sebagai gambaran radar  bahwa Shmel mampu mendeteksi peluncuran pada jarak rudal 800 km, sementar Shmel II yang digunakan U-50U dapat melakukannya pada jarak hingga 1.000 km.

Jika kemampuan tracking Shmel hingga 300 km, Shmel II melakukannya sampai 400 km. Dalam mendeteksi objek laut, jika sistem lama mampu secara simultan pelacakan hingga 200 objek, Shmel II dapat melacak 300 objek sekaligus, dan memberikan 40 target untuk dicegat, bukan 30.

Sistem baru, juga telah meningkatkan kemampuan untuk mendeteksi target darat kontras rendah, dan telah meningkatkan jangkauan radio (2.000 km di HF dan 400 km di UHF).

Pesawat itu juga memiliki sistem pertahanan diri guna memberikan perlindungan dari jet tempur musuh di depan dan belakang, termasuk sarana penanggulangan elektronik aktif dan pasif, penanggulangan flare dan reflektor radar.

A-50U memiliki kru sekitar 15 yang terdri dari dua pilot, seorang navigator, seorang teknisi on-board dan seorang spesialis komunikasi,  tiga operator pelacak, tiga navigator bimbingan dan tiga insinyur. Pesawat AWAC ini bahkan memiliki dapur dan toilet.

A-50 telah berpartisipasi dalam kampanye yang berbeda lebih dari 25 tahun. Misalnya, pesawat itu digunakan dalam operasi untuk membunuh Dzokhar Dudayev, pemimpin di Perang Chechnya Pertama, pada tanggal 21 April, 1996. Sebuah A-50 mendeteksi Dudayev di sebuah lokasi dengan menyadap teleponnya, dan beberapa detik kemudian pembom Su- 24 dikerahkan untuk menghancurkan lokas itu dengan rudal Kh-25.

Facebook Comments