For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Amerika dan Australia Genjot Kemampuan P-8A Poseidon

P-8A Australia

Kementerian Pertahanan Amerika memberikan kontrak senilai US$ 326 juta atau sekitar Rp4,6 triliun kepada Boeing Co. untuk meningkatkan kemampuan pesawat patroli maritim dan anti-kapal selam P-8A Poseidon.

Sebagaimana dilaporkan govconwire.com 22 Maret 2019 kontrak  menyerukan pengembangan, integrasi dan pengujian kapabilitas Increment 3 Block 2 untuk pesawat milik Angkatan Laut Amerika dan Angkatan Udara Australia dan diharapkan akan selesai pada bulan Maret 2024.

Kemampuan Increment 3 Block 2 meliputi komunikasi satelit pita lebar, computing and security architecture,  perang signal intelligence anti-permukaan, peningkatan arsitektur sistem tempur dan peningkatan kemampuan komunikasi.

P-8A adalah pesawat patroli maritim generasi terbaru yang dibangun untuk Angkatan Laut Amerika. Pesawat mampu membawa torpedo dan rudal anti-kapal danmerupakan modifikasi dari pesawat penumpang Boeing 737-800ERX dan dilengkapi dengan kemampuan perang anti-kapal selam, perang anti-permukaan dan larangan pengiriman.

Boeing membangun P-8A ke-100 pada Oktober 2018, tetapi memiliki lebih banyak pesanan untuk Amerika Serikat dan negara-negara lain.

Pada bulan September 2018, Korea Selatan membeli enam pesawat, diikuti dengan kesepakatan yang diumumkan oleh US Navy pada Januari 2019 sebanyak ntuk 10 pesawat untuk Amerika Serikat, ditambah empat lagi dijual ke Angkatan Laut Inggris dan lima ke Angkatan Laut Norwegia. Angkatan laut India dan Australia juga menerbangkan Poseidon.

Facebook Comments