For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Filipina Bangun Fasilitas Militer Pulau Pag-asa, China Kerahkan Hingga 95 Kapal

China telah mengerahkan hingga 95 kapal di dekat Pulau Pag-asa di Laut China Selatan yang disengketakan ketika Filipina melakukan perbaikan landasan pacu pesawat di sana. Hal itu diungkapkan think tank yang berbasis di Amerika,  Asia Maritime Transparency Initiative (AMTI)

AMTI pada Rabu 5 Februari 2019 merilis foto-foto yang mereka sebut sebagai tanggapan China terhadap perbaikan landasan pacu yang dimulai pada Mei 2018 di Pulau Pag-asa, salah satu pulau terbesar di Spratlys yang diperebutkan.

AMTI sebagaimana dikutip CNN Filipina mengatakan bahwa pada awal Juli 2018, beberapa kapal China mulai beroperasi di daerah antara Subi Reef yang diduduki China, yang di Filipina dikenal sebagai Zamora Reef, dan Pulau Pag-asa yang oleh Beijing disebut Zhōngyè Dǎo (nama internasional: Thitu).

Sebuah frigat Angkatan Laut China di Pag-asa Island pada 20 Desember 2018

Pada Desember tahun itu, menurut AMTI jumlah kapal China naik menjadi 24,  tepat ketika Filipina mulai membangun jalan  yang akan memungkinkan pihak berwenang untuk membawa peralatan konstruksi untuk menyelesaikan landasan pacu.

“Dalam lima citra satelit berikutnya yang diambil dari pertengahan Desember hingga akhir Januari, jumlahnya berfluktuasi, mencapai tertinggi 95 pada 20 Desember sebelum turun menjadi 42 pada 26 Januari,” catat AMTI.

AMTI mengatakan dua kapal Angkatan Laut China dan Penjaga Pantai China  terlihat pada 20 Desember dan 11 Januari lalu.

“Pada saat yang sama, salah satu kapal Angkatan Laut Filipina, BRP Ramon Alcaraz,  terlihat di sebelah tenggara Thitu lebih dari 7 mil laut dari fregat Angkatan Laut China, “kata AMTI.

Sebuah kapal penjaga pantai ChinaType 818 teridentifikasi di Pag-asa Island pada 20 Desember 2018

Juga terlihat puluhan kapal penangkap ikan dengan ukuran 30 hingga 70 meter, berlabuh antara 2 hingga 5,5 mil laut di sebelah barat Pulau Pag-asa.  AMTI yakin kapal-kapal penangkap ikan memiliki semua ciri khas milisi laut China termasuk tidak memiliki peralatan di dalam air yang akan menandakan aktivitas penangkapan ikan dan menonaktifkan transceiver Automatic Identification System (AIS)  untuk menyembunyikan kegiatan mereka.

Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana sebelumnya mengungkapkan bahwa China berusaha menghentikan upaya mereka untuk memperbaiki struktur di Pulau Pag-asa. Pulau Pag-asa adalah pusat pemerintahan kota Kalayaan di bawah provinsi Palawan. Pasukan Filipina dan komunitas nelayan tinggal di pulau itu.

Lorenzana mengatakan Filipina akan terus meningkatkan fasilitas militer di Pulau Pag-asa pada 2019, termasuk perbaikan barak militer di sana. Pemerintah berharap landasan pacu Pag-asa akan sepenuhnya diperbaiki pada akhir 2019.

Facebook Comments