For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

India Minta Izin Rusia Bangun Lagi 18 Jet Tempur Su-30MKI

Su-30MKI India

Dalam upaya untuk menutupi kekurangan pesawat tempur di angkatan udaranya, India telah meminta Rusia untuk membantu membangun skuadron jet tempur Su-30MKI lain di Indi.

Business Standard melaporkan HAL Nashik sudah memproduksi 222 jet tempur sebagai bagian dari kontrak yang ada di bawah lisensi Rusia.

Kementerian Pertahanan India kini telah mendekati Rusia agar memasok HAL dengan bahan baku dan sub-sistem yang diperlukan untuk menghasilkan 18 Sukhoi lagi.

Produksi skuadron Sukhoi tambahan dapat dimulai paling cepat tahun depan.  Angkatan Udara India harus mengeluarkan sekitar Rs 5.850 crore atau sekitar Rp11,5 triliun untuk 18 jet tempur tambahan mengingat saat ini harga per unit adalah Rs 450 crore atau sekitar Rp882 miliar.

Jika permintaan terbaru disetujui oleh Rusia, IAF akhirnya akan memiliki total 14 skuadron Sukhoi dengan 290 jet tempur.

Kesepakatan Sukhoi Su-30MKI telah menjadi kisah sukses ‘Make in India’ bahkan sebelum peluncuran resmi program tersebut. Kontrak Sukhoi-HAL didasarkan pada pengaturan untuk secara bertahap mengalihkan produksi pesawat tempur ke Nashik dalam empat fase.

Namun, beberapa kendala, termasuk masalah sumber bahan baku, telah membuat manufaktur pesawat tempur di dalam negeri baru sekitar 50 persen.

India pertama kali membeli  Su-30 MKI pada tahun 1996, dan sejak itu pesawat secara konstan telah menerima peningkatan. Rusia memasukkan canard dan mesin dorong-vektor ke dalam pesawat pada saat IAF,  menuntut peningkatan kinerja aerodinamis.

Pada tahun 2014, HAL mampu mengintegrasikan rudal jelajah BrahMos ke dalam pesawat tempur, memungkinkannya untuk menargetkan musuh hingga sejauh 295 km.

Facebook Comments

error: Content is protected !!