For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Hujan Anak Panah Flechette, Teror Menakutkan Era Perang Dunia I

Perang Dunia I adalah waktu yang mengerikan untuk menjadi seorang prajurit di garis depan. Negara-negara yang terlibat perang dengan terburu-buru mengembangkan dan mengimplementasikan alat penghancuran terbaru dan paling efektif.  Sebelum perang, pasukan benar-benar tidak tahu bagaimana keampuhan senjata lawan termasuk pesawat dan tank.

Tetapi hal yang tidak terduga adalah apa yang gisebut sebagai anak panah flechette. Senjata ini sedikit lebih besar dari anak panah yang sekarang kerap kita gunakan untuk mainan adu tepat. Tetapi mereka benar-benar menjadi horor.

Panjangnya kira-kira lima inci, beratnya hanya sekitar satu pon, dan terbuat dari baja yang runcing. Ketika mereka terjatuh dari ratusan kaki di atas tanah, mereka akan meluncur dengan cepat dan cukup untuk menembus helm dan bahkan kendaraan.

Cukup dengan membuat ujung panah lebih berat atau menambahkan bulu burung ke ujung yang tumpul, anak panah akan selalu mendarat dengan sisi yang runcing di bagian bawah. Sekarang bayangkan jika seorang pilot dapat melepaskan tabung berisi sekitar 250 anak panah sekaligus maka pasukan darat akan mengalami hujan panah baja yang brutal.

Ilustrasi penggunaan Flechette

Sebagaimana ditulis We Are the Mighty, Italia adalah negara yang pertama mencuptakan anak panah ini sebelum perang, tetapi segera negara-negara lain menirunya.

Namun anak panah flechette tidak bertahan melewati tahun-tahun awal perang ketika bom dianggap lebih efektif. Tetapi desain panah tajam yang digunakan untuk perang kemudian muncul kembali dengan amunisi flechette yang digunakan dalam senapan dan amunisi artileri Beehive yang digunakan dalam Perang Vietnam.

Facebook Comments