For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Su-34 Fullback, Cocor Bebek Garang dari Bumi Beruang

Bomber tempur Su-34 Rusia sedang bernasib nahas setelah bertabrakan di atas Laut Jepang Jumat 18 Januari 2019. Lepas dari bencana tersebut, pesawat yang oleh NATO disebut sebagi Fullback dan oleh kru kerap dipanggil Si Itik ini tetaplah pesawat yang handal dan memiliki daya gedor sangat berbahaya.

Su-34 menjadi tulang punggung Rusia saat menggelar operasi di Suriah untuk menggempur ISIS dan pemberontak.

Pembom garis depan Su-34 melakukan penerbangan pertama  pada  13 April 1990. Dan setelah itu pesawat yang masih memiliki gen Flanker ini menjadi salah satu pesawat andalan Rusia dalam menghancurkan target darat. Pesawat ini semakin terkenal ketika melakukan debut dalam perang melawan ISIS di Suriah mulai September 2015 dan terbukti efektif.

Su-34 adalah variasi dari  pesawat tempur Su-27. Mempertahankan tata letak dasar dan konstruksi Su-27, dengan konfigurasi sayap konvensional tinggi dan sebagian besar dari peralatan onboard. Perubahan kontur ada di bagian hidung karena menjadi tempat radar canggih untuk menghindari deteksi radar.

Kursi pilot dan navigator tidak depan belakang tetapi berdampingan. Kapasitas tangki bahan bakar internal telah ditingkatkan, serta peningkatan beban take-off berat. Sebuah radar ditempatkan menghadap ke belakang juga ditambahkan di bagian ekor.

Su-34 memiliki panjang 23,3 meter dan tinggi 6,4 meter dengan rentang sayap 14,7 meter. Pesawat ini memiliki layanan langit-langit 14.650 meter dan rentang terbang 4.500 kilometer tanpa mengisi bahan bakar dan 7.000 kilometer dengan pengisian bahan bakar.

Su-34 memiliki radius misi hingga 1.100 km. Pesawat memiliki berat take off 45,1 ton dan berat beban tempur 8 ton. Pesawat dapat melesat dengan kecepatan hingga 1.900 km/ jam.

Pesawat dipersenjatai dengan meriam 30mm dan 12 cantelan yang dapat membawa berbagai jenis rudal udara ke udara dan udara ke permukaan, roket dan bom udara.

Su-34 dilengkapi dengan sistem kontrol tembakan elektro-optik, yang disediakan oleh Ural Optik dan Mekanik Tanaman (YOM3) dan Geofizika FLIR (forward-looking infrared) pod. Leninetz dari St Petersburg memasok sistem radar dan TsNIRTI penanggulangan elektronik suite.

Pesawat ini memiliki tata letak aerodinamis standar dengan foreplane tambahan, sebuah midwing trapesium, ekor vertikal kembar, dua mesin AL-31F di belakang dan tiga roda pendaratan.

Para kru terdiri dari pilot dan navigator duduk berdampingan di kokpit lapis baja. Kokpit dapat diakses dengan pintu di bawah pesawat dengan menggunakan tangga pesawat.

Pesawat  ini dinilai benar-benar mampu hingga sangat disuka para pilot. Untuk menghargai pesawat ini mereka pun memberikan panggilan sayang ‘Duckling’ alias Si Itik. Alasannya kerucut hidung datar mirip paruh itik.

Pesawat ini tidak dirancang untuk aerobatik tetapi juga dapat mengalami overload hingga 7.5g [overloads yang dialami oleh pilot ketika mereka melakukan manuver aerobatic]

Pesawat dua kursi Su-34 ini mampu beroperasi sama efektifnya pada siang dan malam dan dalam setiap kondisi cuaca. Pesawat ini menggabungkan tiga pesawat yakni  jet tempur, pesawat terbang serangan dan sebuah pembom garis depan.

Su-34 dapat melawan setiap serangan udara dan efektif menghancurkan target darat. Selain itu dapat terbang dalam waktu tak terbatas dengan hanya dibatasi oleh kemampuan fisik pilot.

Su-34, yang merupakan versi modifikasi dari pesawat tempur Su-27 (Flanker) yang dikembangkan oleh biro desain Sukhoi di bawah bimbingan kepala desainer Rollan Martirosov. Seri produksi pesawat ini dibangun di pabrik pesawat yang berbasis di Novosibirsk sejak tahun 2006.

Su-34 mampu terbang dalam modus auto pilot pada ketinggian yang sangat rendah yang diklaim  tak satu pun dari jet tempur di dunia, termasuk F-22 dan F-35 Amerika memiliki  kemampuan ini.

Selain itu pesawat juga memiliki radar untuk mengamati bagian belakang pesawat. Sistem akan memperingatkan awak akan ancaman dan bisa membalas dengan salvo rudal ketika pesawat musuh  menyerang di belakang.

NEXT: EMPAT HAL UNIK DI KOKPIT SU-34

Facebook Comments