For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Sudah Ada S-400 Kenapa S-300 Masih Diandalkan?

S-400 / Russian Ministry of Defense

Sistem pertahanan udara S-400 disebut-sebut sebagai salah satu payung langit terbaik di dunia meski faktanya senjata ini belum pernah sekalipun menembak rudal atau pesawat dalam medan pertempuran sebenarnya.

Yang menarik, kenapa ketika S-400 telah dibangun, Rusia masih juga terus membangun S-300. Apakah S-400 tidak bisa sepenuhnya mengganti S-300? Jawabannya ‘iya’.

Kasus ini jelas tergambar pada sekitar 2016 lalu ketika Rusia mengerahkan sistem rudal pertahanan S-300V4 “Antey-2500” ke Suriah. Padahal sebelumnya Moskow  telah mengirimkan sistem rudal S-400 yang dikirim pada 2015 sesaat setelah sebuah Su-24 mereka ditembak jatuh F-16 Turki.

Meski sistem pertahanan udara S-400 diakui sebagia penerus dari S-300, ternyata tidak memiliki bebrapa kemampuan yang ada pada S-300V4 yang oleh NATO dijuluki sebagai SA-23 Gladiator.

“Tidak seperti sistem pertahanan udara  S-400 Triumf, S-300VM memiliki kemampuan tambahan untuk melawan serangan rudal. Sistem ini mampu mencegat hulu ledak pada kecepatan hingga 5 kilometer per detik dan menghancurkan mereka di ketinggian maksimum 30 kilometer, ” kata analis pertahanan Vladimir Evseev mengomentari pengiriman S-300V4 ke Suriah saat itu.

Akibatnya, S-300 mampu mengalahkan rudal subsonic seperti Tomahawk, serta rudal balistik. Sementara S-400 lebih fokus pada kemampuan menembak jatuh pesawat.

Antey-2500, memang diberi tugas utama melawan serangan udara rudal jelajah besar pada markas, industri atau militer. S-300V4 lebih baik dalam hal mencegat rudal jelajah daripada S-400 yang lebih baru.

Masuk pelayanan sejak 2013, S-300V4 dimaksudkan untuk melacak dan mencegat rudal balistik jarak pendek dan menengah, rudal aeroballistic dan jelajah, serta pesawat sayap tetap, platform ECM (penanggulangan elektronik) dan amunisi presisi dipandu.

Sistem ini dilaporkan memiliki kisaran 400 kilometer (hampir 250 mil) dan dapat terlibat hingga 24 pesawat atau 16 target balistik secara bersamaan dalam berbagai kombinasi.

Sistem ini dirancang dan diproduksi oleh Almaz-Antey, sebuah perusahaan pertahanan milik negara Rusia.

 

Facebook Comments

error: Content is protected !!