For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Spanyol Adu Typhoon dengan Drone Siluman nEUROn

nEUROn

Uji coba akan menunjukkan seberapa baik, atau tidak, sensor pesawat tempur dapat melihat drone, yang dapat berdampak pada berbagai perkembangan pertempuran udara di kedua negara.

Jet tempur Eurofighter Angkatan Udara Spanyol baru-baru ini tiba di Prancis untuk mengambil bagian dalam mengevaluasi kualitas siluman dari unmanned combat air vehicle (UCAC) Dassault nEUROn.

Uji coba ini dilakukan ketika Spanyol mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak pesawat tempur dan ingin bergabung dengan Prancis dan Jerman dalam pengembangan pesawat tempur siluman baru, serta drone tempur canggih.

Kementerian Pertahanan Spanyol mengumumkan pengerahan jet tempur Typhoon tersebut dalam siaran pers pada 28 Desember 2018. Kontingen Spanyol terdiri dari dua Typhoon bersama kru udara dan darat.  Jet-jet itu akan beroperasi dari Pangkalan Udara Istres-Le Tubé Angkatan Udara Prancis, yang sebagian berfungsi sebagai fasilitas uji penerbangan militer utama Prancis.

Selama di Prancis, Typhoon akan mencoba menemukan dan melacak nEUROn menggunakan radar onboard, sistem infrared search and track (IRST), perangkat langkah-langkah dukungan elektronik, dan mengunci dengan rudal udara jarak pendek IRIS-T yang menggunakan imaging infrared seeker.

Eurofighter Typhoon Spanyol/Spain Air Force

“Harus diperhitungkan bahwa nEUROn dibangun sebagai pesawat siluman dengan penampang radar sangat rendah dan kemampuan menghindar pelacakan. Karenanya kami akan menghadapi sistem ini dengan radar dan sensor udara lainnya, ”kata pernyataan Kementerian Pertahanan Spanyol sebagaimana dilaporkan The Drive Kamis 3 Januari 2018 dan dikutip JejakTapak.

Program nEUROn dimulai pada tahun 1999 dengan melibatkan sejumlah negara dan dipimpin Dassault dari Prancis. Spanyol, juga terlibat dalam program ini yang dikenal sebagai EADS-CASA sejak 2006 dan telah bertanggung jawab atas pekerjaan di sayap, stasiun kendali darat, dan integrasi data link. Pada tahun 2009, konsorsium penerbangan Eropa divisi militer Airbus menyerap EADS-CASA sepenuhnya.

Dianggap sebagai demonstran teknologi UCAV, nEUROn telah terbang sejak 2012 dan telah melalui sejumlah tes untuk menentukan kemampuannya agar tetap tidak terdeteksi dan menembus jaringan pertahanan udara.

Pada 2016, pesawat itu dilaporkan berhasil menembus pertahanan udara di sekitar kapal induk Charles de Gaulle Prancis, sebuah demonstrasi yang menunjukkan jelas tentang karakteristik siluman.

Drone nEUROn terbang bersama jet tempur Rafale di atas kapal induk Charles de Gaulle Prancis/Angkatan Udara Prancis

Tapi tidak ada indikasi bahwa drone ini pernah berhadapan dengan Eurofighter Typhoon secara khusus. Meskipun Spanyol berencana untuk meng-upgrade Typhoon model terakhirnya dengan radar AESA CAPTOR-E , saat ini mereka masih menggunakan radar mekanis CAPTOR. Mereka juga menggunakan IRST EuroFirst Passive Infrared Airborne Track Equipment (PIRATE).

Untuk mencari nEUROn, pilot Spanyol akan mendapatkan kesempatan melihat bagaimana sensor mereka bekerja atau tidak, terhadap target nyata yang berkemampuan siluman dan memberikan data dasar yang penting tentang bagaimana CAPTOR, PIRATE, dan IRIS-T menghadapi desain pesawat semacam ini.

Pengujian juga kemungkinan akan membantu menginformasikan pengembangan taktik, teknik, dan prosedur baru untuk pilot Typhoon dalam konflik di masa depan melawan pesawat siluman berawak atau tak berawak.

Facebook Comments

error: Content is protected !!