For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Tu-160 Blackjack, Angsa Putih Yang Bikin Gusar Amerika

Tu-160/Sputnik

Pembom strategis Tu-160 Rusia dalam beberapa hari menjadi perhatian Amerika setelah terbang ke Venezuela dan singgah beberapa hari di negara yang sedang dilanda krisis tersebut. Tidak itu saja, pesawat juga melakukan penerbangan jarak jauh selama 10 jam di atas Karibia, misi yang baru pertama kali dilakukan.

Rusia mengirim sepasang Tu-160 ke Venezuela pada 10 Desember 2018, dan para pengebom itu meninggalkan negara itu pada 14 Desember 2018. Ini adalah kunjungan ketiga oleh pesawat jenis ini ke negara Amerika Latin tersebut sejak 2008.

Kini muncul kabar Kremlin berencana membangun pos terdepan di Pulau La Orchila, Venezuela  yang berarti akan sangat dekat dengan Amerika Serikat. Dengan jarak sekitar 1.300 mil dari Florida, pesawat ini bisa setiap hari terbang di dekat negara tersebut. Tidak seperti selama ini misi penerbangan ke dekat Amerika harus dilakukan dari Rusia yang sangat jauh dan tentu saja sangat mahal.

Rusia sudah lama ingin bisa secara regular menerbangkan pesawat di sekitar Amerika. Karena selama ini Amerika seperti sangat bebas melakukan misi di dekat perbatasan Rusia. Pangkalan di Venezuela bisa mewujudkan keinginan Moskow untuk membalas aksi Washington tersebut.

Tu-160 juga menjadi simbol penting karena ini adalah bomber nuklir paling kuat milik Rusia.  Rusia memutuskan untuk membuka lagi produksi bomber ini yang melahirkan varian Tu-160 M3.

Tu-160 adalah sebuah platform nuklir, pada dasarnya seperti bomber B-1 Amerika. Pesawat berbadan besar, berat, sayap ayunan yang dimaksudkan untuk membawa senjata nuklir jarak jauh. Tetapi B-1 kini sudah dilucuti kemampuan nuklirnya.

Soviet membangun sekitar 35 dari pesawat yang juga disebut sebagia white swan atau angsa putih ini pada 1980-an, yang hanya lima belas tetap dalam pelayanan.

Blackjack adalah bomber nuklir sangat mampu, pada saat perang, akan melipat kembali sayap seperti angsa dan melesat ke arah target dengan kecepatan tinggi. Setelah di kisaran, dia akan meluncurkan rudal jelajah yang akan membuat bagian terakhir dari perjalanan mereka dengan terbang rendah dan lambat di bawah radar musuh.

Tu-160 bomber nuclear strategic

Sejarah

Pembom stratregis supersonik Tu-160 (Penyebutan NATO Blackjack) diproduksi oleh Tupolev aircraft research and engineering complex joint stock Moskow dan Kazan-Gorbunov Aircraft Production Association di Tatarstan 1980-1992.

Penerbangan perdana pembom dilakukan pada bulan Desember 1981 dan mulai beroperasi pada April 1987.

Produksi kembali dimulai dan Tu-160 disampaikan kepada Angkatan Udara Rusia pada Mei 2000. Sekitar 35 pesawat dibangun dan hanya 16 berada di layanan di Rusia.

Tu-160 disebut sebagai White Swan karena manuver dan anti-flash white finish. Pesawat ini dibangun dengan misi untuk membawa senjata nuklir dan konvensional jauh di seberang benua.

Pesawat ini mampu beroperasi di semua cuaca, siang dan malam dan di semua garis lintang. Kinerja Rusia Tu-160 sering dibandingkan dengan B-1B Amerika.

Desain

Badan pesawat pembom memiliki penampilan yang khas, dengan sayap dan badan pesawat secara bertahap terintegrasi ke dalam konfigurasi single-piece.

Struktur badan pesawat ini didasarkan pada kotak torsion beam titanium, semua-dilas. Seluruh badan dan semua anggota badan pesawat utama dilindungi dengan balok titanium.

Variabel sayap geometri meruncing menyapu dari 20 ° sampai 65 ° untuk memberikan kinerja tinggi penerbangan pada kecepatan supersonik dan subsonik. Permukaan ekor, horizontal dan vertikal, adalah salah satu bagian dan bergerak.

Tu-160 menggunakan fly-by-wire kontrol. Pesawat ini dilengkapi dengan landing gear tiga-strut, roda ekor dan parasut rem. Untuk take-off, pesawat memerlukan landasan beton sepanjang 3,050 meter.

NEXT: VARIAN DAN KOKPIT

Facebook Comments