For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Ukraina: Langsung Dipimpin Putin, Rusia Meningkatkan Kemungkinan Perang

Sputnik

Ukraina menyebut Rusia terus meningkatkan permusuhan dan tanda-tanda akan terjadinya perang semakain tinggi. Presiden Rusia Vladimir Putin disebut memimpin langsung semua pergerakan tersebut.

“Ini adalah kekuatan yang sangat terpusat di Rusia. Semuanya ada di tangan Putin,” kata Kepala Angkatan Laut Ukraina Vice Adm Lhor Voronchenko kepada US News.

Sebanyak 24 pelaut Ukraina tetap ditahan Rusia setelah insiden penahanan tiga kapal di Selat Kerch yang menghubungkan Laut Azov  dengan Laut Hitam.

“Saya dapat mengatakan dengan probabilitas 100 persen, semua komando dan kontrol dalam operasi ini dijalankan dari Moskow. Bukan Rostov, bukan Crimea. Semuanya diberikan instruksi oleh Mr. Putin,” kata Voronchenko.

Kegiatan terbaru Rusia telah mengikuti kampanye propaganda yang panjang selama berbulan-bulan yang berusaha menyebarkan disinformasi tentang kegiatan Barat di Ukraina di mana ada misi pelatihan militer yang dipimpin Amerika sejak Rusia mulai mendukung pemberontak separatis di timur negara itu pada 2014. Moskow tampaknya siap untuk meningkat konflik.

Selama pertemuan pekan lalu, anggota NATO tidak menyetujui tanggapan terpadu atas kegiatan terbaru Rusia, meskipun Amerika telah memulai persiapan yang berpotensi dengan mengirimkan kapal perang ke Laut Hitam.

Pesawat Amerika juga meningkatkan penerbangan pengawasan, termasuk melalui wilayah udara Ukraina untuk menunjukkan dukungan untuk Kiev.

“Rusia kemungkinan akan meningkatkan aksi militer terhadap Ukraina dalam waktu dekat,” kata Catherine Harris dan Mason Clark, anggota tim riset Institute of the Study of War, menulis dalam analisis Selasa.

“Rusia kemungkinan melihat kurangnya respons NATO yang bersatu terhadap agresi Moskow di Laut Azov sebagai kesempatan untuk meningkatkan tekanan ke Ukraina dan tempat lain di masa depan,” tulis mereka.

“Tidak ada tanggapan yang cukup untuk menghalangi Putin, hingga Rusia akan semakin menguatkan langkahnya.”

Menurut laporan Rusia telah memindahkan unit-unit darat lebih dekat ke perbatasan dengan Ukraina dalam beberapa hari terakhir. Selain itu Angkatna Laut Rusia juga mengerahkan kapal-kapal baru ke Laut Hitam dengan dalih mempersiapkan latihan. Juga dilaporkan telah mulai muncul kampanye propaganda yang dirancang untuk memperingatkan populasi di Ukraina tentang serangan Barat.

Jenderal Angkatan Darat Curtis Scaparrotti, komandan sekutu tertinggi NATO dan kepala pasukan bersenjata Amerika di Eropa, dijadwalkan bertemu dengan rekannya dari Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, di Azerbaijan pada hari Rabu untuk membahas masalah ini.

Voronchenko mengatakan Putin tampak frustrasi dan terkejut karena pemimpin Rusia tidak mengerti mengapa negara-negara Barat telah menanggapi begitu intens terhadap peristiwa-peristiwa khusus ini.

“Sekarang dia sangat gugup, dan dia seperti tikus di sudut ruangan gelap. Dia tidak tahu harus berbuat apa,” kata laksamana itu.

Voronchenko bertemu dengan para pejabat pertahanan di Pentagon pada Kamis dan dijadwalkan bertemu Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana John Richardson Jumat untuk membahas strategi baru Angkatan Laut Ukraina yang dirilis awal tahun ini dan merencanakan untuk melawan ancaman yang Rusia.

“Pemerintah Amerika terus bekerja sama dengan sekutu dan mitra kami di Eropa dan di seluruh dunia untuk mendukung Ukraina dalam mengejar solusi diplomatik dan damai untuk melawan agresi Rusia yang sedang berlangsung, termasuk serangan tak berujung Rusia baru-baru ini terhadap kapal angkatan laut Ukraina di Laut Hitam ,” kata juru bicara Pentagon Eric Pahon.

Facebook Comments

error: Content is protected !!