Gabungan 10 Perusahaan Rusia Belum Bisa Kalahkan Penjualan Senjata Lockheed Martin

Gabungan 10 Perusahaan Rusia Belum Bisa Kalahkan Penjualan Senjata Lockheed Martin

Lockheed Martin tetap menjadi penjual senjata terkemuka di dunia dengan penjualan senilai US$ 44,9 miliar pada tahun 2017. Angka ini bahkan lebih besar dibandingkan dengan penjualan gabungan 10 perusahaan pertahanan teratas milik Rusia yang bernilai US$ 37,7 miliar.

Dalam laporan Swedish International Peace Research Institute (SIPRI) Rusia naik ke urutan kedua, menggeser atas Inggris di antara survei terhadap 100 perusahaan pertahanan teratas dunia yang penjualan gabungannya mencapai US$ 398,2 miliar pada tahun 2017.

Dengan 42 perusahaan yang terdaftar di tahun 2017, perusahaan yang berbasis di Amerika terus mendominasi Top 100 pada tahun 2017.  Secara bersama-sama, penjualan senjata perusahaan-perusahaan Amerika tumbuh sebesar 2,0 persen pada tahun 2017, menjadi US$ 226,6 miliar, yang menyumbang 57 persen dari total 100 perusahaan di dunia dengan penjualan senjata teratas.

Lima perusahaan Amerika masuk dalam daftar 10 besar pada tahun 2017. “Perusahaan-perusahaan Amerika secara langsung mendapatkan manfaat dari permintaan senjata Departemen Pertahanan Amerika,” kata Aude Fleurant, Direktur Program Pengeluaran Senjata dan Militer SIPRI.

kata Alexandra Kuimova, Asisten Peneliti  Program Pengeluaran Senjata dan Militer SIPRI mengatakan Almaz-Antey, menjadi perusahaan produsen senjata terbesar Rusia yang penjualannya meningkat sebesar 17 persen pada 2017 menjadi US$ 8,6 miliar.

Bersama dengan Almaz-Antey, tiga perusahaan Rusia lainnya yang masuk dalam Top 100 meningkatkan penjualan persenjataan mereka lebih dari 15 persen. Mereka adalah United Engine Corporation (25 persen), High Precision Systems (22 persen) dan Tactical Missiles Corporation (19 persen).