Jepang Beli Pulau untuk Latihan Terbang Pilot Amerika

Pulau Mageshima Mainichi

Pemerintah Jepang akan membeli sebuah pulau tak berpenghuni di barat daya Prefektur Kagoshima untuk digunakan pasukan Amerika mempraktikkan pendaratan pesawat induk, yang memungkinkan pelatihan semacam itu dipindahkan jauh dari pangkalan di daerah padat penduduk.

Sumber yang akrab dengan pembicaraan tersebut sebagaimana dikutip Mainichi Kamis 29 November 2018 mengatakan bahwa negosiator untuk pemerintah dan Taston Airport Co, yang memiliki pulau Mageshima di Prefektur Kagoshima, telah mencapai terobosan pada masalah harga yang selama ini menjadi bahan diperdebatkan. Harga pulau diperkirakan antara 11 dan 14 miliar yen (sekitar Rp1,3-Rp1,8 triliun)

Kesepakatan itu akan membuka jalan bagi pasukan Amerika untuk menggunakan pulau itu guna latihan field carrier landing practice (FCLP), di mana pesawat militer menggunakan landasan tiruan dek kapal induk untuk pelatihan lepas landas dan pendaratan.

Karena kebisingan yang berlebihan, FCLP sebelumnya ini dilakukan di Iwo Jima, sebuah pulau sekitar 1.000 kilometer selatan Tokyo, sejak tahun 1991. Namun, ketika landasan Iwo Jima ditutup karena cuaca buruk, pasukan Amerika mengalihkan latihan ke Fasilitas Udara Angkatan Laut Atsugi di Prefektur Kanagawa di selatan Tokyo, atau ke Pangkalan Udara Misawa di Prefektur Aomori di Jepang utara, dan pelatihan tersebut telah mengundang kritik keras untuk polusi suara.

Pemerintah prefektur Yamaguchi di Jepang barat, tempat pesawat Amerika ditempatkan di Stasiun Udara Korps Marinir Iwakuni, juga mencari intervensi pemerintah pusat untuk menyelesaikan masalah kebisingan.

Dengan terobosan pada Mageshima, pemerintah Jepang juga mengincar untuk memindahkan pelatihan MV-22 Osprey US Navy ke pulau itu dari prefektur paling selatan Okinawa.

Negosiasi penuh dimulai pada tahun 2016, tetapi pemerintah dan pemilik tanah pada awalnya harganya terpaut jauh. Taston meminta harga sekitar 20 miliar yen sementara pemerintah hanya menawarkan sekitar 5 miliar yen.

Kebuntuan mulai mencair setelah Oktober tahun ini ketika kepala baru Taston mulai bersikap fleksibel pada harga .

Menteri Pertahanan Takeshi Iwaya mengindikasikan kesediaan untuk mempercepat pembicaraan dalam konferensi pers 26 Oktober, mengatakan bahwa “sangat penting untuk mengamankan fasilitas FCLP dalam hal keamanan nasional.”

 

 

Facebook Comments

error: Content is protected !!