Amerika Akui Punya Opsi Serang Iran

Brian Hook dengan senjata buatan Iran sebagai latar belakang/Youtube

Amerika mengakui memiliki opsi untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Iran dan tidak akan ragu memilihnya ketika Iran terus bersikap keras.

“Kami telah sangat jelas dengan rezim Iran bahwa kami takkan ragu untuk menggunakan kekuatan militer ketika kepentingan kami terancam. Saya kira mereka mengerti itu. Saya kira mereka mengerti itu dengan sangat jelas,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Amerika untuk urusan Iran, Brian Hook di satu pangkalan militer di Washington sambil memperlihatkan senjata yang ia katakan dikirim Teheran ke proksinya.

Namun dia mengatakan Amerika masih memilih untuk terlibat secara diplomatik, meskipun pilihan militer tersedia di meja.

“Saya kira saat ini, meskipun kami pilihan militer tersedia di meja, pilihan kami ialah menggunakan semua alat yang tersedia di bidang diplomatik,” katanya Kamis 29 November 2018.

Amerika telah mengambil sikap yang jauh lebih keras terhadap Iran sejak Presiden Donald Trump memangku jabatan. Trump menarik Washington ke luar kesepakatan nuklir Iran dan kembali menjatuhkan sanksi atas Teheran pada awal November.

Hook mengungkapkan bukti yang ia katakan mengenai penyebaran rudal, dan menyoroti bermacam sistem persenjataan yang dikatakan Amerika dikirim ke berbagai kekuatan, terutama kepada gerilyawan Al-Houthi di Yaman.

Ia memperlihatkan sejumlah senjata yang disita di Afghanistan, Yaman, Bahrain dan Arab Saudi, dan menyatakan semua senjata itu berasal dari Iran.

Jika Iran didapati telah mengirim sitem persenjataan ke tempat tersebut, itu akan menjadi pelanggaran terhadap resolusi PBB.

“Saat dunia berjuang bagi perdamaian dan keamanan di Timur Tengah, kami bekerja untuk memutar-balikkan kemajuan yang dibuat oleh Iran dan proksinya selama beberapa tahun belakangan,” kata Hook.

Banyak senjata yang disebutkan oleh Hook diperoleh oleh Arab Saudi, di tengah kecaman yang meningkat di Washington mengenai dukungan Amerika buat operasi koalisi pimpinan Arab Saudi dalam perang saudara di Yaman.

Facebook Comments

error: Content is protected !!