For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Untuk Pertama Kalinya, Pakistan Ungkap Peranan Mereka dalam Pembunuhan Osama Bin Laden

Dalam beberapa hari terakhir Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Presiden Amerika Donald Trump terlibat dalam perang kata-kata terkait sejumlah masalah di tengah-tengah tuduhan presiden Amerika bahwa Pakistan tidak melakukan sesuatu  untuk mendukung upaya Amerika dalam memerangi terorisme.

Salah satu isu yang dikecam Trump Islamabad adalah masalah Osama bin Laden yang tinggal di Pakistan, yang diklaim oleh presiden Amerika karena perlindungan pihak berwenang di negara itu.

Tuduhan ini membuat Pakistan benar-benar tersinggung. Dalam pernyataan resmi Perdana Menteri Pakistan yang dibuat pada Selasa 20 November, untuk pertama kalinya secara terbuka pemerintah Pakistan mengakui bahwa ada kerjasama intelijen Pakistan yang memberikan bukti awal untuk melacak keberadaan Osama bin Laden (OBL).

Pengumuman kementerian luar negeri itu datang setelah Kuasa Usaha Amerika Paul Jones dipanggil oleh menteri luar negeri Pakistan untuk menyatakan  protes keras atas tuduhan yang tidak berdasar Donald Trump.

“Tidak ada negara lain yang membayar harga lebih mahal daripada Pakistan dalam perang melawan terorisme. Kepemimpinan Amerika telah mengakui pada beberapa kesempatan bahwa kerjasama Pakistan telah membantu dalam menghancurkan inti kepemimpinan Al-Qaeda dan memberantas ancaman terorisme dari wilayah tersebut. tidak boleh lupa bahwa sejumlah pemimpin AQ teratas tewas atau ditangkap oleh kerja sama Pakistan yang aktif. Dukungan berkelanjutan Pakistan terhadap upaya komunitas internasional di Afghanistan melalui jalur darat  udara dan laut sangat penting bagi keberhasilan misi ini di Afghanistan,” kata siaran pers resmi tersebut sebagaimana dikutip Sputnik.

Pernyataan Pakistan mengatakan bahwa kedua negara terus mencari cara untuk mencapai penyelesaian politik di Afghanistan dan menyimpulkan dengan pernyataan bahwa “tuduhan tak berdasar tentang bab tertutup sejarah dapat secara serius meremehkan  kerja sama yang vital” antara Islamabad dan Washington.

Sebelumnya pada 18 November Donald Trump, selama wawancara dengan Fox News Sunday, mengklaim bahwa Pakistan tidak ‘melakukan sesuatu’ bagi Amerika dalam hal melawan ancaman terorisme, meskipun uang dalam jumlah besar diberikan Washington ke negara tersebut.

Trump menuduh bahwa pihak berwenang Pakistan dan ‘semua orang di Pakistan’ mengetahui ‘rumah besar’ OBSL, yang terletak di dekat akademi militer Pakistan.

Menanggapi komentar Trump, PM Pakistan Imran Khan menyerang Presiden Amerika dengan menyebut tuduhannya sebagai “omelan terhadap Pakistan”.

Setelah perselisihan yang kedua pemimpin lakukan di Twitter, Departemen Pertahanan Amerika mengumumkan bahwa Washington menangguhkan total US$ 1,66 miliar dalam bentuk bantuan keamanan ke Pakistan.

Facebook Comments