For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Mengadu Satu Lawan Satu Jet Tempur Amerika Vs China

su-30 dd

Su-30 Vs F-15C

Dengan berat 37 ton Su-30 setara dengan F-15 Amerika dan merupakan versi perbaikan dari Su-27. Su-30 yang juga digunakan China dapat membawa lebih dari delapan ton bom dan mencapai target lebih dari 1.500 kilometer jauhnya. Su-27 mulai beroperasi pada tahun 1980-an.

Pada tahun 2004 di , Latihan Cope India terjadi simulasi pertempuran antara Su-30 Angkatan Udara India melawan F-15C Angkatan Udara AS dengan hasil yang masih diperdebatkan. Kala itu Su-30 berhasil  membuat Eagle tidak berdaya. Ada pendapat Amerika sengaja melakukan itu untuk dijadikan dasar meminta tambahan F-22 Raptor lebih banyak lagi. Tetapi ada juga yang mengatakan alasan itu hanya untuk menutupi malu setelah India mencapai kemenangan dengan rasio membunuh 9: 1.

Tetapi lepas mana yang benar fakta di atas kertas, Sukhoi Su-27 Flanker (induk dari Su-30) telah menjadi salah satu yang terbaik pesawat tempur Rusia. Su-27 milik kelas yang sama dari F-14 dan F-15, tetapi tidak seperti jet tempur Amerika pesawat ini bisa terbang pada sudut serangan 30 derajat dan juga dapat melakukan “Pugachev Cobra”.

Dalam Cobra, pesawat tiba-tiba meletakkan hidung ke posisi veritical sebelum menjatuhkannya kembali ke penerbangan normal, menjaga kurang lebih ketinggian sama dalam seluruh manuver. Su-27 dan “Cobra” telah menjadi sorotan utama dalam soal pesawat mulai akhir 1980 hingga pertengahan 1990-an. Tapi, sejak saat itu, manuver Flanker telah makin ditingkatkan.

Jet tempur multirole Su-30MK adalah varian Flanker dilengkapi dengan baik sayap depan canard dan nozel thrust-vectoring yang telah meningkatkan kelincahannya. Pertanyaannya bagaimana manuver seperti ini digunakan dalam pertempuran?

f-15 w

Majalah Aviation Week and Space Technology pernah menerbitkan tulisan “Su-30MK Beats F-15C ‘Every Time ” yang diterbitkan pada tahun 2002. Dalam tulisan itu dilaporkan bahwa Su-30  menggunakan manuver untuk mengalahkan F-15 dalam beberapa keterlibatan yang dilakukan di kompleks 360-deg. kubah simulasi di fasilitas St. Louis Boeing.

Menurut artikel itu seorang perwira USAF anonim menjelaskan bahwa dalam kasus rudal BVR (seperti AA-12 Adder) Flanker bisa berubah menjadi takik kekacauan radar F-15, di mana Eagle Doppler tidak efektif.

Manuver ini bisa dicapai membuat turun, kan sudut putar untuk mendekati F-15 sekaligus mengurangi kecepatan Su-30 mendekati nol. Sebuah taktik tempur udara yang sangat tua dan  petugas USAF mengatakan bahwa Sukhoi bisa bekerja efektif manuver ini berkat kemampuannya untuk mengurangi kecepatan secara radikal dan kemudian dengan cepat kembali itu.

Jika pilot Flanker melakukan manuver dengan benar, Su-30 terlihat radar F-15 sampai Eagle adalah jangkauan rudal AA-11 Archer IR, karena radar Doppler F-15 yang mengandalkan gerakan target.

Selain itu Su-30 bisa membawa jarak pendek IR rudal AA-11 Archer yang di tahun 90-an adalah rudal AAM jarak pendek terbaik di dunia karena bisa dikaitkan dengan sistem helm pengendalian tembakan pilot dan mampu untuk ditembakkan pada target sampai 45 derajat dari sumbu pesawat.

Dikembangkan menjelang akhir Perang Dingin, Su-30 adalah salah satu jet tempur terbaik yang pernah dihasilkan Rusia. Pemerintah membantu menjaga Sukhoi hidup selama 1990-an dan bahkan disediakan uang untuk pengembangan sebuah versi perbaikan dari Su-30.

NEXT: J-20 Vs F-22
Facebook Comments