For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Kapal Selam Diesel Listrik AIP Vs Kapal Selam Nuklir, Pilih Mana?

Kapal Selam Nulkir Kelas Borei Rusia/Sputnik
Kapal Selam Nulkir Kelas Borei Rusia/Sputnik
Stealth

Kapal selam bertenaga nuklir  telah menjadi sangat tenang-setidaknya  lebih tenang dibandingkan  kapal selam diesel dengan mesin yang terus menyala.

Meski kapal selam bertenaga nuklir mungkin tidak dapat mendeteksi  menggunakan sonar pasif lainnya, sebagaimana dibuktikan oleh tabrakan  kapal selam rudal balistik nuklir Inggris dan Prancis tahun 2009 karena keduanya tidak saling menyadari kehadiran kapal selam lain bahkan dalam jarak dekat.

Namun, ada alasan untuk percaya bahwa AIP kapal selam dapat melakukan ini jika dirancang dengan baik. Kapal selam  berenang di bawah air bahkan lebih tenang. Hidrolik dalam reaktor nuklir menghasilkan kebisingan karena mereka memompa cairan pendingin, sedangkan sebuah kapal selam mesin AIP hampir diam.

Kapal selam Type 212 Israel
Kapal selam Type 212 Israel

Kapal selam bertenaga diesel juga bisa mendekati tingkat ketenangan ketika berjalan dengan daya baterai, tetapi hanya bisa melakukannya selama beberapa jam sedangkan kapal selam AIP dapat menyimpannya untuk beberapa hari.

Kapal selam diesel dan AIP  memiliki lebih dari kesempatan lebih besar untuk  menyelinap melalui pertahanan anti-kapal selam dan menenggelamkan  kapal induk . Meski tentu saja hal ini  juga telah dilakukan oleh kapal selam nuklir.

Kapal Selam Kelas Los Angeles USS Norfolk (SSN-714) salah satu dari beberapa kapal serangan kelas Los Angeles US Navy.
Kapal Selam Kelas Los Angeles USS Norfolk (SSN-714)
Daya Tahan

Kapal selam nuklir dapat beroperasi di bawah air selama tiga atau empat bulan pada satu waktu dan melintas samudera luas dengan mudah.

Meski beberapa kapal selam konvensional dapat berlayar jauh, tak satu pun memiliki daya tahan bawah laut yang sebanding dengan kapal selam nuklir.

Namun kapal selam AIP  telah mempersempit kesenjangan. Jika kapal selam diesel tua perlu ke permukaan untuk mengisi baterai dalam hitungan jam atau beberapa hari  untuk mengisi ulang baterai, kapal bertenaga AIP  hanya perlu ke permukaan setiap dua sampai empat minggu, tergantung pada jenisnya.

Beberapa sumber  yang belum terkonfirmasi bahkan mengatakan Type 214 Jerman  dapat bertahan lebih dari 2 bulan. Tentu saja, muncul kapal selam, bahkan mereka mempekerjakan snorkel, relatif mudah untuk mendeteksi dan menyerang.

Kapal Selam Kelas Lada
Kapal Selam Kelas Lada

Kapal selam nuklir masih memiliki keunggulan yang jelas dalam daya tahan lebih dibandingkan kapal selam  AIP, terutama pada patroli jarak jauh.

Namun, untuk negara-negara seperti Jepang, Jerman dan China yang sebagian besar beroperasi dekat dengan pantai rumah atau Negara sahabat, daya tahan ekstrim bukan prioritas utama.

NEXT: KECEPATAN DAN BIAYA
Facebook Comments