For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Ini Alasan Sukhoi Kenapa Su-57 Lebih Unggul Dibanding F-22 dan F-35

Biro Desain Sukhoi yang membangun Su-57 meyakini jet tempur generasi kelima Rusia ini akan mampu mengungguli F-22 dan F-35 yang menjadi andalan Amerika.

Keyakinan itu diungkapkan Kepala Desainer sekaligus Direktur Biro Desain Sukhoi Mikhail Strelets dalam sebuah wawancara yang disiarkan TV Zvezda Jumat 9 November 2018 dan dikutip Tass.

Alasannya, menurut dia,  Su-57 mampu secara efektif menyelesaikan misi untuk menghancurkan target udara dan darat dibandingkan dengan pesawat Amerika yang hanya fokus pada tugas-tugas tertentu.

“F-22 awalnya dikembangkan sebagai pesawat untuk mendapatkan superioritas udara. Tetapi akhirnya Amerika menyadari bahwa pada dasarnya salah jika mendesain pesawat hanya untuk membawa rudal udara ke udara dan membuat upaya untuk memasang senjata kemampuan udara ke permukaan dalam konfigurasi kompartemen yang ada. Tetapi konfigurasi kompartemen tidak memungkinkan menempatkan kargo yang lebih besar, “kata Strelets.

Dia menyinggung tentang beban yang dapat dibawa pesawat ke beratnya, semakin besar rasio ini, semakin tinggi kualitas pesawat dari sudut pandang kemampuan membawa beban.  Hal yang sama berkaitan dengan volume dan berat persenjataan senjata yang ditempatkan di pegangan internalnya.

“Dan dapat dikatakan bahwa dengan indikator ini Su-57 tidak memiliki saingan di antara pesawat generasi kelima, ” tegas Strelets sambil mencatat bahwa PAK FA juga tak tertandingi dalam kemampuan akselerasinya.

“Kenyataannya begitu dan kami tidak memilih [kode Su-57] ini secara khusus tetapi jika Anda menjumlahkan 22 dan 35, Anda mendapatkan angka 57,” kata kepala perancang Sukhoi tersebut.

Pesawat tempur generasi kelima Rusia yang dikenal sebagai Prospective Aviation Complex of Frontline Aviation (PAK FA) mengambil ke langit untuk pertama kalinya pada tahun 2010.

Seperti yang dilaporkan pada bulan Agustus 2017, jet tempur generasi kelima Rusia menerima kode Su-57. Pesawat tempur mutakhir melakukan penerbangan pertamanya dengan mesin baru pada 5 Desember 2017.

Desain eksperimental pada jet tempur paling canggih harus diselesaikan pada 2019 dan pengirimannya ke pasukan harus dimulai pada saat itu. Deputi Menteri Pertahanan Rusia Alexei Krivoruchko mengatakan sebelumnya, untuk tahap pertama Angkatan Udara Rusia akan menerima 15 pesawat tempur tersebut.

Jet tempur Su-57 generasi kelima Rusia menampilkan teknologi siluman dengan penggunaan material komposit yang luas dan mampu mempertahankan kecepatan jelajah supersonik.

Jet tempur dilengkapi dengan peralatan radio elektronik yang paling canggih, termasuk komputer onboard kuat yang disebut pilot kedua, sistem radar menyebar di seluruh tubuhnya dan beberapa inovasi lainnya, khususnya, persenjataan yang ditempatkan di dalam badan pesawat.

Facebook Comments