For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Hadapi Dua Medan Perang, Amerika akan Kedodoran

US Navy

Militer Amerika diyakini masih akan mampu menangani sendiri konflik regional besar sambil mempertahankan operasi yang lebih kecil di seluruh dunia. Tetapi ketika menghadapi dua kekuatan besar bersama-sama, Amerika akan sangat kedodoran.

Hal itu menjadi kesimpulan dari Indeks Kekuatan Militer Amerika Serikat tahun 2019 yang disusun Militer Heritage Foundation. Laporan ini menawarkan tinjauan isu-isu kebijakan pertahanan tahun lalu.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, indeks dibagi dalam lima skala yakni: sangat lemah, lemah, marjinal, kuat, dan sangat kuat. Dalam indeks tersebut secara umum Amerika berada dalam skala ‘marjinal’. Dalam indeks ini Amerika akan kedodoran jika menghadapi dua teater perang besar secara bersamaan.

Defense News dalam wawancara eksklusif dengan Dakota Wood dari Heritage mengatakan secara keseluruhan, laporan itu melihat kemajuan militer Amerika selama setahun terakhir. Beberapa hal yang dilihat adalah peralatan baru, mengisi kekosongan dalam personel, dan membangun kembali beberapa persediaan amunisi dan memperbaiki suku cadang.

Namun, masalah yang telah ada lama masih sangat terasa yakni dalam kesiapan kekuatan, kemerosotan dalam bidang-bidang utama seperti pilot terlatih, dan ketidakpastian yang terus berlanjut di seluruh anggaran pertahanan.

Laporan ini menyimpulkan bahwa untuk memperbaiki semua yang mengganggu militer Amerika akan membutuhkan satu dekade atau lebih peningkatan pendanaan, sesuatu yang diakui oleh Wood mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Secara keseluruhan, para penulis menyimpulkan bahwa ancaman terhadap kepentingan Amerika dari luar negeri tetap tinggi. Amerika menghadapi tantangan yang oleh Pentagon disebut “ancaman 4 + 1 ” yang berarti Rusia, China, Korea Utara, Iran dan terorisme.

Perubahan terbesar pada lingkungan operasi, kata Wood, adalah positif karena para mitra Amerika kini benar-benar terbangun oleh fakta bahwa mereka kembali dalam persaingan kekuatan besar.

“Jika Anda adalah negara Eropa, Anda akhirnya menjadi serius dalam kesadaran intelektual Anda akan tantangan yang ditawarkan Rusia. Jika Anda adalah Korea Selatan dan Jepang, Anda harus serius tentang apa yang harus dilakukan dengan China, ” katanya.

Dari aktor negara yang menantang Amerika Serikat, hanya Korea Utara yang menjadi lebih ramah. Tetapi laporan tersebut tidak melihat penurunan kemampuan Korea Utara karena negara ini baru melakukan sedikit upaya membongkar program senjata nuklirnya.

Sebaliknya, China  menjadi lebih agresif pada tahun lalu, sementara laporan itu tidak menemukan perubahan dalam kemampuan Rusia atau Iran atau sikap terhadap Amerika Serikat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dan ketika melihat aktor-aktor non-negara, ancaman dari kelompok-kelompok yang berbasis di Afghanistan-Pakistan telah menurun sementara kelompok-kelompok di Timur Tengah telah meningkatkan aktivitas mereka melawan Amerika Serikat.

Indeks ini mengukur kekuatan bersenjata Amerika sebagai “marjinal” dalam kemampuan mereka untuk memenangkan perang melawan dua musuh besar secara bersamaan, sebuah skenario yang oleh para penulis studi anggap sebagai tolok ukur utama untuk menentukan apa yang dibutuhkan oleh negara. Laporan tersebut menilai setiap layanan dalam tiga kategori – kapasitas, kemampuan, dan kesiapan – sebelum menawarkan skor akhir.

Dalam laporan itu, Heritage menyebut idealnya Angkatan Darat Amerika memiliki 50 tim brigade tempur atau  brigade combat teams (BCT), Angkatan Laut dengan 400 kapal dan 624 pesawat, Angkatan Udara dengan 1.200 pesawat tempur / serangan dan Korps Marinir dengan 36 batalion.  Kenyataannya, jumlah sebenarnya jauh di bawah itu, bahkan dalam situasi paling optimis sekalipun.

Secara keseluruhan, laporan ini memberikan kredit Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Amerika pada kelas “marjinal”.  Bagi Angkatan Darat ini sebuah peningkatan karena di indeks tahun sebelumnya mereka dalam status “lemah”.

Pada versi indeks tahun lalu, hanya sepertiga dari 31 tim tempur brigade yang dinilai berada pada tingkat kesiapan yang dapat diterima, dengan hanya tiga BCT pada kesiapan penuh.  Sekarang meningkat menjadi 15 BCT pada tingkat yang dapat diterima, dengan delapan sepenuhnya siap – lebih baik, tetapi masih di bawah dua pertiga kekuatan Angkatan Darat yang diharapkan.

Sebuah bagan dari Indeks Militer Heritage Foundation  terbaru yang menunjukkan tantangan yang dihadapi armada kapal induk Angkatan Laut Amerika.

“Berdasarkan kapasitas Angkatan Laut dan Angkatan Udara, jumlah pilot dan pesawat terbang dan kapal,  dengan dinamika operasional [saat ini] lebih berat bagi mereka,” kata Wood.

“Jadi, lebih sulit bagi mereka untuk mengejar pemeliharaan, untuk memengaruhi jenis pelatihan yang mereka butuhkan agar percaya diri di udara.”

Meski mempertahankan nilai keseluruhan, kesiapan Angkatan Udara diturunkan ke “lemah.”  Sementara kapasitas Angkatan Laut juga juga diturunkan menjadi “lemah,” tetapi status kemampuannya meningkat menjadi “marjinal”.

Marinir sekali lagi menerima nilai “lemah”, karena ukuran kecil Korps ditambah dengan kesiapan rendah aset penerbangannya dan kekurangan kemampuan amfibi yang dikombinasikan dalam paket yang berpotensi negatif.

Laporan ini juga melihat kemampuan nuklir Amerika secara keseluruhan. Ditemukan bahwa meskipun keandalan platform pengiriman telah menurun karena penuaan sistem seperti B-52 dan Minuteman III, jaminan sekutu telah meningkat pada tahun lalu sebagai hasil dari investasi Amerika dalam kemampuan nuklir baru.

“Jika saya Jerman atau Inggris atau Jepang dan saya benar-benar khawatir tentang Rusia atau China, saya ingin diyakinkan bahwa payung nuklir itu layak, adalah komitmen untuk berada di sana bagi kami,” kata Wood.

 

Facebook Comments