For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Rusia Munculkan Konsep Kapal Induk Semi Catamaran

Krylov State Research Center Rusia yang dalam bahasa Rusia dikenal dengan singkatan KGNC, memunculkan sebuah konsep desain baru kapal induk semi-catamaran. Sebuah konsep baru yang fundamental tentang kapal pengangkut pesawat yang diharapkan akan diadopsi militer negara tersebut.

Model Light Multi-purpose Aircraft carrier [LMA] non-nuklir masa depan ini disajikan untuk pertama kalinya di Army-2018 International Military-Technical Forum yang digelar akhir Agustus 2018. Proyek yang diusulkan ini belum memiliki nama.

“Desain semi-catamaran di bagian bawah kapal yang ada di bawah laut adalah fitur pembeda utama proyek,” kata juru bicara itu sebagaimana dilaporkan TASS Rabu 3 Oktober 2018.

Biasanya catamaran memiliki dua lambung paralel dan platform suprastruktur yang menghubungkan mereka.

Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa keuntungan utama dari pola desain baru adalah dek penerbangan besar (selebar kapal induk berat) tetapi dengan bobot perpindahan yang lebih kecil. Area dek penerbangan adalah faktor penting untuk jumlah pesawat yang dapat dibawa oleh kapal.

“Sebuah kapal dengan perpindahan rata-rata tetapi mampu membawa sayap udara skala penuh,” kata ahli. Sejauh ini tidak ada kapal induk  berbentuk V yang telah dibangun.

Krylov Centre mengatakan kapal induk yang diusulkan akan memiliki bobot 44.000 ton, panjang  304 meter, lebar dek  78 meter, draft  8,5 meter, kecepatan penuh  28 knot, dan daya jelajah  8.000 mil.

Kapal dapat membawa 46 pesawat yang terdiri dari 12-14 pesawat tempur Sukhoi-33, 12-14 pesawat MiG-29K / KUB, empat pesawat peringatan dini dan komando, dan 12-14 helikopter Ka-27. Kemungkinan besar, kapal baru akan mengakomodasi pesawat generasi baru yang didasarkan pada Su-35.

Rusia saat ini hanya memilikki kapal induk kelas menengah Admiral Kuznetsov memiliki bobot perpindahan yang 59.000 ton dan membawa hingga 52 pesawat dan helikopter.

Navy Recognition  menyebut LMA menyediakan dek penerbangan setara dengan kapal induk yang jauh lebih besar dengan perpindahan lebih dari 60.000 ton. Inovasi LMA adalah bahwa hangar di bawah dek penerbangan digunakan untuk perawatan pesawat, daripada penyimpanan.

Hasilnya adalah dek penerbangan yang agak besar pada lambung yang relatif kecil.  Pesawat diangkut antara geladak dengan lift yang relatif kecil di sepanjang garis tengah dek penerbangan, tidak lift besar di tepi dek penerbangan seperti kapal induk biasa.

Pengurangan radikal dalam fungsi dan volume dek hangar menghasilkan pengurangan substansial dalam total perpindahan, dan biaya proyek. Konsep ini disebut sebagai inovasi paling signifikan dalam desain kapal induk sejak desain pulau kembar kelas Queen Elizabeth Angkatan Laut Inggris.

Menurut perwakilan KGNC yang dikutip Navy Recognation, proyek ini dikembangkan untuk ekspor, termasuk ke Amerika Latin dan Asia Tenggara, yang bukan negara adidaya regional. Dibandingkan dengan kapal induk ukuran penuh, kapal baru itu lebih murah untuk dibuat dan dioperasikan. Analog terdekat adalah kapal induk ringan India  Vikramaditya.

Di antara kekurangan kapal, pencipta mencatat pembatasan pada persediaan bahan bakar pesawat dan amunisi pesawat, yang mengurangi intensitas operasi tempur kapal induk. Namun, masalah ini diselesaikan dengan menggunakan kapal pasokan yang akan mengisi kapal induk dengan amunisi dan bahan bakar.

Namun sekali lagi ini baru sekadar konsep. Sebelumnya Rusia juga telah memunculkan sejumlah konsep tentang kapal induk yang akan dibangun.

 

Facebook Comments