For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Rusia Klaim Rudal Baru Mereka Mampu Menghancurkan Abrams, Benarkah?

T-14 Armata

Rusia mengklaim telah membangun rudal baru yang akan memberi tank-tanknya mereka keunggulan penting dibandingkan tank-tank Barat, terutama M1 Abrams Amerika. Rudal baru itu akan digunakan tank T-14 Armata dan diklaim bisa menembus armor tank Abrams.

Selama beberapa dekade, tank Rusia memiliki kemampuan untuk menembakkan rudal dari tabung senjata utama mereka. Tembakan tank-tank Rusia shaped charge dan armor piercing untuk membunuh tank musuh.

Tetapi pada jarak yang sangat jauh, kendaraan musuh menjadi lebih sulit ditembak dengan tembakan terarah. Sementara akurasi amunisi juga menurun secara bertahap ketika jarak semakin jauh, keakuratan rudal anti-tank dipandu akan tetap stabil hingga jangkauan maksimum rudal.

Sekelompok tank Rusia mungkin akan melawan tank NATO dalam jarak dekat dengan tembakan armor pearcing dan pada jarak yang lebih jauh dengan rudal. Ini adalah kemampuan unik Rusia yang tidak dimiliki tank NATO.

Media pemerintah Rusia mengklaim bahwa rudal anti-tank baru mereka memiliki kemampuan untuk menembus baju besi dua kali lebih tebal dari yang dimiliki M1 Abrams Amerika. Rudal ini didasarkan pada 9M119 Reflek, yang memiliki jangkauan 3,1 mil dan dapat menembus pelat baja setara 900 milimeter.

9M119 Reflek

Menurut Army Recognition, rudal baru itu dapat menembus pelat baja dengan tebal hampir satu meter (1.000 milimeter). Rudal baru itu sepuluh persen lebih kuat dalam hal penetrasi dibandingkan rudal lama dan menggunakan hulu ledak charge serta membakar baju besi dengan kecepatan tinggi.

M1A2 Abrams Amerika adalah salah satu tank paling terlindung di dunia. Armor tebal Abrams dibangun dengan lapisan baja, baju besi keramik, uranium, dan timah. Meskipun angka pastinya dirahasiakan, otoritas tank Stephen Zaloga memperkirakan lambung depan M1 menawarkan perlindungan setara 700 milimeter, sementara busur frontal dilindungi lapis baja setara dengan 1.300 milimeter untuk melawan hulu ledak charge.

Dengan kata lain, dengan asumsi rudal baru Rusia sepuluh persen lebih kuat daripada Refleck, ia dapat menembus sekitar 990 milimeter pelat baja. Rudal baru secara teoritis dapat menembus lambung frontal Abrams, tetapi bukan turret.

M1A2 Abrams

Secara praktis, rudal baru tidak lebih berbahaya dari rudal yang lebih tua. Ada kemungkinan bahwa tank Armata tidak dapat menggunakan misil yang lebih tua seperti Reflek hingga Rusia dipaksa untuk mengembangkann rudal baru.

The War Zone menyebutkan Angkatan Darat Amerika tidak berdiam diri terhadap ancaman rudal anti-tank Rusia. Angkatan Darat sedang memasang sistem perlindungan aktif atau active protection system (APS) Trophy buatan Israel di tank Abrams.

Trophy melindungi tank dengan antena radar untuk mendeteksi rudal dan roket yang masuk. Setelah senjata yang masuk dalam jangkauan, Trophy menembakkan logam seperti senapan untuk menghancurkannya. Sistem ini sangat efektif dan sepenuhnya otomatis, melindungi tank dan kru setiap saat.

Dengan kata lain, tank Abrams masih terlindungi dengan baik terhadap rudal baru Armata. Rudal-rudal itu harus menembus sistem perlindungan aktif Abrams,  lalu mencetak pukulan langsung ke lambung tank.  Lalu menara Abrams akan mengangkat rudal baru. Pada akhirnya [erlombaan senjata seratus tahun antara tank dan anti-tank terus berlanjut

Facebook Comments