F-15X, akan Jadi Super Fighter Atau Berakhir Jadi Limbah?

Dunia jet tempur penuh dengan desas-desus dengan Angkatan Udara Amerika sedang mengevaluasi pembelian model pesawat tempur F-15 Eagle terbaru yang dikenal sebagai F-15X.

Jika kontrak terwujud, F-15X bisa menjadi petarung baru pertama Angkatan Udara yang bukan jet siluman sejak 2001 , paralel dengan keputusan Angkatan Laut Amerika baru-baru ini untuk mendapatkan jet Super Hornet untuk bekerja bersama dengan siluman F-35C mereka.

F-15X secara khusus dimaksudkan untuk menggantikan 235 armada F-15C dan F-15D dua kursi yang dikerahkan untuk pertahanan udara pesisir Amerika Serikat, Jepang dan Inggris.  Jet tempur superioritas udara ini memiliki kecepatan 2.5 Mach, kemampuan bermanuver dan membanggakan radar jarak jauh APG-63 (V) 3.

Namun, F-15C / D dibangun pertengahan 1980-an dan sangat mungkin untuk segera pensiun, karena untuk menjadikan mereka layak terbang dan bertarung akan membutuhkan upgrade dengan biaya sangat mahal.

Boeing mengusulkan untuk memproduksi varian terbaru yang diberi kode F-15X. Pesawat ini akan didasarkan pada varian F-15QA Strike Eagle yang saat ini dalam produksi untuk Qatar. Karena lini pabrik akan tetap terbuka hingga tahun 2022 dan semua teknologi telah dikembangkan, Boeing dapat melewati fase pengembangan dan berencana menawarkan F-15X dengan biaya tetap dan sangat rendah. Sesuatu yang langka dalam industri yang dikenal dengan biaya raksasa.

USAF, pada bagiannya, dapat dengan murah mengadopsi sebuah pesawat yang mereka sudah memiliki infrastruktur dan sudah terbiasa menerbangkannya.

Banyak perbaikan yang akan mendongkrak kesaktian F-15X terutama membuang sistem avionik era 90-an yang digunakan F-15C dengan sistem fly-by-wire penuh, display digital modern dan tampilan yang dipasang di atas helm.

Sayap baru yang diperkuat dan mesin turbofan F110 yang hemat bahan bakar akan memberikan F-15X kehidupan penerbangan yang luar biasa yakni 20.000 jam, cukup untuk beberapa dekade. Mesin baru, yang dapat lebih murah dipertahankan, juga menurunkan biaya pengoperasian F-15X menjadi US$ 27.000 per jam penerbangan dari sekitar US$ 42.000 untuk F-15 sekarang.

Beberapa peningkatan avionik akan memiliki implikasi taktis. Sebuah Pod Legion  yang membawa infrared-search and track system  IRST21 akan melengkapi F-15 dengan sensor resolusi tinggi dengan utilitas tambahan terhadap pesawat siluman.

Sistem pertahanan tua TEWS Eagle akan diganti dengan Eagle Passive/Active Warning Surveillance System ( EPAWSS). Sistem pertahanan defensif yang gagal dipasang di F-15C karena hendak dipensiun tersebut akan memberikan Eagle kesempatan yang lebih baik untuk mendeteksi, jamming dan memusnahkan rudal anti-pesawat jarak jauh terbaru.

F-15X juga akan sepenuhnya dilengkapi dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) APG-82 (V) 1. Varian dari radar APG-63 (V) 3 yang kuat dipasang pada sebagian besar F-15C, APG-82 menggabungkan Radar Frequency Tunable Filters yang memungkinkan radar untuk memindai dan jamming secara bersamaan pada efisiensi penuh dan juga fitur kemampuan pemeliharaan digital yang menurun dua puluh kali lipat.

Peningkatan yang paling menarik perhatian yang ditawarkan adalah kekuatan senjatanya dengan apa yang disebut Advanced Missile and Bomb Ejection Racks (AMBER). F-15C / D hanya bisa membawa delapan rudal udara-ke-udara. Dengan empat AMBERS di bawah setiap sayap dan satu lagi di bawah perutnya, F-15X berpotensi membawa 20 rudal jarak jauh AIM-120D ditambah dua rudal jarak pendek AIM-9X di ujung sayap.

F-15X juga akan mampu membawa amunisi udara ke permukaan, dan dengan demikian menjadi pesawat tempur multi-peran yang mampu mengayunkan hingga 28 small diameters bomb dipandu GPS plus rudal udara ke udara, atau amunisi lebih besar dengan jumlah yang lebih sedikit seperti misil AGM-88 Anti-Radar, JSOW, dan bahkan rudal-rudal anti-kapal Harpoon.

Apakah ini bermanfaat ?

Meski konsep F-15X sangat mengagumkan dan telah diterima dengan hangat di beberapa kalangan, sejumlah pihak menilai bahwa Angkatan Udara Amerika tidak akan membeli pesawat tersebut. Alasannya F-15X tetap tidak ada gunanya di dalam wilayah udara yang dijaga ketat terutama ketika berurusan dengan negara berkemampuan tinggi semacam Rusia atau China.

Tak dapat disangkal, ada logika komersial yang bermain: meskipun Lockheed telah mengamankan prospek jangka panjangnya dengan jet siluman F-35, Boeing berusaha mengalihkan anggaran pertahanan ke jet generasi keempatnya. Taktik yang telah sukses dengan pesanan baru Super Hornet oleh Angkatan Laut.  Rumor yang berkembang F-15X  dimaksudkan untuk menggantikan F-15C bukan F-35. Namun, pendanaan pada akhirnya akan fokus di satu tempat.

Meskipun program F-35 telah mengalami pembengkakan biaya dan penundaan yang terkenal, laporan menunjukkan biaya per unit akhirnya menurun menuju target US$ 85 juta per pesawat. Sedangkan F-15X  harganya akan sekitar US$ 50 hingga $ 75 juta. Namun, F-35 akan tetap jauh lebih mahal untuk beroperasi dengan biaya jam penerbangan saat ini sebesar US$ 50.000 per jam.

Hanya saja F-35 akan lebih bisa bertahan melawan lawan yang mampu. Radar lawan akan akan mendeteksi profil F-15 pada jarak lebih dari seratus mil jauhnya dan memiliki kesempatan untuk menembak atau menghindarinya, sementara F-35 akan dapat merayap lebih dekat. Jadi apakah peran mereka F-15X dapat bekerja lebih efisien daripada F-35 agar bisa akhirnya benar-benar dibeli USAF?

Armada F-15C saat ini beroperasi dalam peran pertahanan / superioritas udara. Interceptors secara tradisional membutuhkan kemampuan daya jelajah jarak jauh, kecepatan tinggi, muatan berat dan sensor farseeing untuk berpatroli di petak besar wilayah udara dan dengan cepat mendeteksi, mengunci dan menghancurkan sebanyak mungkin penyerang yang masuk.

Meskipun jet tempur superioritas F-22 unggul dalam pekerjaan ini, kekuatanya hanya sekitar 120 Raptor yang akan terlalu kecil. F-35 memiliki daya jelajah pendek sedangkan F-16  dapat melakukan pekerjaan ini tetapi pesawat tersebut tidak dioptimalkan untuk peran itu.

Kesempatan F-15X pada akhirnya masih menjadi tanda tanya. Kemampuan Boeing untuk meyakinkan Pentagon bahwa jet tempur ini akan memberikan manfaat besar dengan biaya murah sangat diperlukan agar varian terbaru jet tempur legendaris tersebut bisa terbang. Jika tidak mampu maka dari keinginan menjadi super fighter, F-15X akan berakhir menjadi limbah saja.

Facebook Comments