For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Fokus Hadapi Rusia dan China, Amerika Berencana Kurangi Pasukannya di Afrika

Marinir Amerika / News Week

Pasukan Operasi Khusus Amerika dikerahkan ke sekitar 12 negara Afrika, termasuk Kamerun, Niger dan Somalia. Mereka dikirim untuk membantu pemerintah setempat memerangi kelompok-kelompok garis keras seperti al-Qaeda dan afiliasinya al-Shabab.

Tetapi kini Amerika sepertinya akan berubah arah. Pentagon sedang mempertimbangkan untuk mengurangi secara substansial keberadaan pasukan mereka di Afrika dan lebih memfokuskan pasukan melawan Rusia dan China.

CNN mengutip beberapa sumber pertahanan Amerika melaporkan Kamis 2 Agustus 2018  rencana yang diserahkan kepada ketua Kepala Staf Gabungan Joseph Dunford, secara khusus menetapkan penarikan Pasukan Operasi Khusus Amerika di Afrika, termasuk Somalia, Kamerun dan Niger.

Komando Afrika Amerika percaya bahwa pengurangan yang direncanakan ini sejalan dengan strategi pertahanan baru pemerintahan Trump, yang berfokus pada Rusia dan China sebagai lawan dari misi kontraterorisme.

Pada saat yang sama, juru bicara Pentagon Mayor Sheryll Klinkel mengatakan bahwa masih belum jelas apakah Menteri Pertahanan James Mattis akan memberikan lampu hijau untuk rencana tersebut.

“Belum ada keputusan atau perubahan yang dibuat terhadap pasukan yang beroperasi di Afrika. Departemen Pertahanan secara konsisten meninjau rencana, operasi dan investasi militer di seluruh dunia untuk mengembangkan opsi terbaik yang menangani ancaman yang terus berkembang terhadap kepentingan nasional Amerika,” kata Klinkel.

Pada bulan April, komandan operasi khusus Amerika di Afrika, Mayor Jenderal Marcus Hicks, mengatakan kepada CNN tentang situasi keamanan yang tidak stabil di benua hitam tersebut dan berjanji untuk membantu pemerintah setempat mengalahkan musuh-musuhnya.

“Ancaman yang diilhami Al-Qaeda dan ISIS di Lembah Danau Chad dan  di Sahel sangat nyata dan terus tumbuh,” kata Hicks.

Pada akhir Januari, Wakil Asisten Menteri Pertahanan Amerika untuk Strategi Elbridge Colby mengatakan kepada wartawan bahwa Strategi Pertahanan Nasional Amerika yang baru tidak berusaha untuk memicu konfrontasi dengan Rusia atau China tetapi mengakui bahwa ada persaingan antara negara-negara ini dan Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Amerika James Mattis mengungkapkan strategi itu dalam sebuah pidato pada 19 Januari, ketika dia menekankan bahwa fokus utamanya telah bergeser dari memerangi terorisme ke persaingan kekuatan besar, terutama dengan Moskow dan Beijing.

 

Facebook Comments