For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Ternyata Ada Negara-Negara Kerdil di Dunia, Apa Saja?

Mendengar kata ‘negara’ hampir semua orang akan membayangkan sebuah wilayah yang luas, penduduk yang banyak, sistem pemerintahan tertentu, militer, perekonomian dan sebagainya. Tetapi di antara ratusan negara yang ada di dunia ini ada yang dikenal sebagai micronations, atau negara kerdil. Apa ini?

Micronations adalah entitas kecil yang memproklamirkan diri dan mengklaim sebagai negara berdaulat, meski tidak diakui oleh negara resmi atau organisasi politik multinasional manapun. Negara-negara ini terletak di pulau terpencil, ladang tak berpenghuni sampai di tengah-tengah ibukota sebuah negara asli.

Menjadi warga salah satu “negara” ini biasanya cukup mudah.  Yang Anda butuhkan hanyalah mengisi kuesioner di situs resminya dan dengan tulus mengakui penguasanya.

Ada beberapa negara unik semacam ini yang ada di dunia. Apa saja? Mari kita lihat

Ladonia

Micronations ini terletak di wilayah Cagar Alam Kullaberg di selatan Swedia, didirikan oleh seniman Lars Vilks sebagai objek seni, di mana ia membuat patung abstraknya.

Pada bulan Juni 1996, Vilks mengumumkan kemerdekaan Ladonia, yang menjadi surga bagi semua orang yang ingin membuat seni menjadi bagian permanen dan tak terpisahkan dari kehidupan mereka, yang bertentangan dengan mereka yang berpaling kepadanya dari waktu ke waktu.

Ladonia memiliki bendera, lambang, dan dua lagu khusus. Negara, yang berpenduduk 17.000 orang, diperintah oleh seorang Ratu dan seorang Presiden. Presiden dipilih setiap tiga tahun dengan pemungutan suara secara online.

Pendiri negara, Lars Vilks, bukanlah ratu atau presiden – dan telah memproklamirkan dirinya sebagai Menteri Luar. Meskipun memiliki ideologi yang mulia, negara kecil itu ternyata juga gemar berperang. Pada tahun 2003, dia mengumumkan perang terhadap Swedia dan Amerika Serikat, dan kemudian juga di San Marino.

Christiania

Freetown Christiania, lingkungan otonom ini diproklamirkan di ibukota Denmark, Kopenhagen pada tahun 1971. Sejarah Christiania tidak ada hubungannya dengan agama Kristen.  Sebaliknya, dimulai dengan sebuah pemberontakan, ketika beberapa warga kota mematahkan pagar di sudut dua jalan di Kopenhagen.

Di luar pagar, orang-orang Denmark yang penasaran ini menemukan sebuah barak militer yang ditinggalkan, yang kemudian menjadi tempat penampungan bagi pemuda eksentrik. Hippies, seniman, idealis dan orang-orang putus sekolah dari seluruh Eropa memproklamirkan daerah ini otonom.

Selama bertahun-tahun, perdagangan ganja telah menjadi legal di Freetown, itulah sebabnya bentrokan dengan pasukan polisi yang setia dengan Kopenhagen cukup umum terjadi di sana.

Sealand

Kerajaan Sealand, sebuah negara yang wilayahnya adalah benteng anti-pesawat era Perang Dunia II Roughs Towers di Laut Utara yang hanya berjarak 10 kilometer dari pantai Inggris.

Mereka merayakan ulang tahun ke-50 pada bulan September 2017 lalu. Pada tahun 1960, struktur buatan manusia digunakan oleh pensiunan mayor Paddy Roy Bates untuk membuat stasiun radio bajak laut.

Setelah stasiun tersebut mengudara pada tahun 1966, dia mengumumkan sebagai sebuah negara merdeka dan memproklamasikan dirinya sebagai Pangeran Sealand dan keluarganya sebagai dinasti yang berkuasa. Pelaut lokal biasanya lebih memilih untuk menjauhkan diri dari “pulau bajak laut” ini karena malas berurusan dengan sang raja.

NEXT
Facebook Comments