For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Bagaimana Angkatan Laut Soviet akan Bertempur di Perang Dunia III?

Battlecruiser Kelas Kirov

Selama Perang Dingin, keseimbangan kekuatan antara Pakta Pertahanan Atlantik Utara dan Uni Soviet berubah secara dramatis. Pada sejumlah titik, suatu perang akan dimainkan dalam cara-cara yang jauh berbeda di teater-teater utama, termasuk Eropa Tengah, Arktik, Atlantik Utara, Timur Jauh dan bahkan di ruang angkasa.

Secara umum, perubahan terhadap kekuatan masing-masing pihak datang secara perlahan-lahan, dengan hanya beberapa perubahan signifikan karena kemajuan teknologi.

Jadi, penting untuk menyelidiki bagaimana perang akan terjadi di berbagai tempat dan bagaimana strategi oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet akan mempengaruhi keunggulan.

Dengan mengingat hal ini, mari kita lihat keseimbangan di laut selama Amerika di bawah pemerintahan Carter. Jika perang pecah pada akhir tahun 1970-an, peran apa yang akan dimainkan oleh Angkatan Laut Soviet?

Kapal SElam Kelas Victor III Uni Soviet / Wikipedia

Pertempuran Atlantik

Angkatan Laut Amerika lama percaya bahwa Angkatan Laut Soviet akan melakukan peran selama Perang Dunia III yang pada dasarnya mirip dengan Jerman pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Pertama, kapal selam Soviet akan mencoba menembus Atlantik Utara melalui celah GIUK — titik antara daratan Greenland, Islandia dan United Kingdom. Kedua, kapal selam Soviet kemudian akan mendatangkan malapetaka di jalan raya trans-Atlantik yang menghubungkan Amerika Serikat dengan NATO.

Angkatan Laut Soviet memiliki cukup banyak kapal selam nuklir dan diesel-listrik untuk mengganggu pengiriman NATO, kapal selam rudal nuklir, dan kelompok-kelompok tempur kapal induk, tetapi NATO menguasai sebagian besar kartu. NATO memiliki cakupan udara penuh di atas celah GIUK, serta sejumlah besar kapal selam dan kapal permukaan anti-kapal selam khusus.

Dalam Pertempuran Atlantik ketiga, NATO lebih dari siap untuk menang. Hingga akhir 1960-an, kapal selam rudal balistik Soviet kekurangan jangkauan dan akan sangat rentan terhadap kehancuran oleh aset perang anti kapal selam dalam perjalanan ke Atlantik.

Kapal Penjelajah Kelas Kiev adalah kapal pertamaa Soviet yang membawa pesawat sayap tetap.

Strategi Bastion

Sebaliknya, Angkatan Laut Soviet lebih terfokus pada strategi ‘Bastion’ atau ‘Benteng’, yang dirancang untuk mempertahankan daerah patroli rudal balistik nuklir dari serangan oleh aset NATO.

Dikembangkan sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran tentang ketidakmampuan pasukan kapal selam rudal nuklir (SSBN) Soviet untuk mengirimkan senjatanya ke  Amerika Serikat, strategi pertahanan difokuskan untuk mencegah dan mengalahkan serangan kapal selam NATO ke area patroli SSBN.

Project 667B – kapal selam yang oleh NATO disebut Delta – mulai masuk layanan pada tahun 1972, memberikan kemampuan kepada Angkatan Laut Soviet untuk melakukan serangan strategis ke Amerika Serikat, dan dengan demikian membuat transit berbahaya dari GIUK Gap tidak diperlukan.

Masuknya kapal-kapal ini juga membantu mengantar era baru dalam strategi angkatan laut Soviet yang berfokus pada pertahanan daerah kutub dari serbuan NATO.

NATO lambat untuk mengenali pergeseran minat Soviet terhadap platform anti-kapal selam, meskipun beberapa suara mulai memperingatkan tentang hal ini bahkan di akhir 1960-an. Tapi platform angkatan laut Soviet, meski tidak secara unik berguna untuk peran defensif, memang masuk akal dalam konteks operasi anti-kapal selam.

Kapal penjelajah helikopter kelas Moskva (Moskva dan Leningrad) tidak memiliki banyak pertahanan permukaan atau udara tetapi membawa cukup helikopter antikapal selam untuk menyebabkan masalah bagi kapal selam NATO sebagai bagian dari gugus tugas yang lebih besar.

Sepanjang tahun 1970-an, Uni Soviet menugaskan sejumlah besar kapal penjelajah dan kapal perusak anti-kapal selam, yang dirancang untuk mendukung strategi pertahanan.

Kapal penjelajah kelas Kynda dan Kresta I, yang dioptimalkan untuk peperangan permukaan, dengan cepat menjadi kapal penjelajah kelas Kresta II dan Kara, yang berkonsentrasi pada peperangan anti-kapal selam.

Selanjutnya, destroyer pertahanan udara kelas Kashin dilengkapi dengan beragam senjata dan perusak bersenjata rudal yang dibangun pada awal Perang Dingin, sementara beberapa frigat kelas Krivak pertama juga masuk armada.

Kiev, yang pertama dari kapal penjelajah berat  mencapai Armada Utara pada tahun 1976. Dilengkapi dengan jet tempur VSTOL Yak-38 “Forger” dan helikopter anti-kapal selam, Kiev akan memberikan inti dari sebuah bastion atau benteng- satuan tugas pertahanan, yang dirancang untuk menghalangi kapal permukaan NATO dan pesawat patroli ASW, serta untuk memburu kapal selam NATO.

Kapal patroli Kelas Osa Soviet / Wikipedia

Misi lainnya

Soviet juga khawatir tentang serangan kelompok tempur kapal induk Amerika terhadap pelabuhan dan instalasi militer lainnya. Untuk pertahanan dalam negeri, Soviet memiliki banyak kapal patroli bersenjata rudal Kelas Komar dan Osa, serta kapal selam diesel-listrik.

Angkatan Laut Soviet akan dibantu dalam hal ini oleh dukungan substansial dari pengebom berat yang  dapat menyerang kapal induk Amerika yang menggunakan rudal jelajah jarak jauh Pada akhir 1970-an Armada Udara Angkatan Laut Soviet tidak hanya memiliki Tu-16 “Badger” dan Tu-95 “Bear” di mana  yang terakhir digunakan terutama dalam peran pengintaian dan anti-kapal selam, tetapi juga Pembom Tu- 22 Backfire dalam jumlah besar.

Para pengebom ini ditugasi untuk menemukan dan menyerang kelompok tempur kapal induk Amerika dalam formasi besar dengan rudal jelajah dengan berharap bisa menghindari F-14 Tomcats Angkatan Laut Amerika di sepanjang jalan.

Di Laut Hitam, Angkatan Laut Soviet bisa melecehkan Turki di sepanjang garis pantainya yang panjang dan terbuka, mungkin berharap semaksimal mungkin untuk mengusir Turki dari perang. Basis yang dekat dan dukungan udara yang besar akan memberi Soviet keuntungan besar, meskipun mereka harus berhati-hati untuk tidak mengalihkan terlalu banyak material dari garis serangan utama ke front sentral NATO.

Armada Baltik akan memainkan peran serupa dalam memfasilitasi serangan terhadap Denmark dan Norwegia selatan. Selain itu, Skuadron Operasi Kelima, yang beroperasi di Mediterania, tidak diragukan lagi dapat mengganggu sisi selatan NATO, tetapi Italia dan Prancis, yang didukung oleh Amerika Serikat, memiliki keuntungan yang signifikan.

Di Pasifik, Soviet memiliki aset angkatan laut dan udara yang cukup untuk mempertahankan benteng SSBN, serta mengancam untuk menyerang Jepang atau Korea Selatan.  Namun, Amerika memiliki keuntungan global secara keseluruhan di laut.

Tu-22

Kesimpulan

Meskipun memiliki kapal dan pesawat terbang dalam jumlah besar, Angkatan Laut Soviet selama tahun 1970-an masih kalah kuat dengan pasukan gabungan NATO. Nasib Angkatan Laut akan sangat tergantung pada berapa lama perang darat berlangsung.

Itu karena semakin lama waktu yang dibutuhkan Tentara Merah untuk mengalahkan NATO di Eropa Tengah, semakin banyak kekuatan angkatan laut Soviet akan mengalami erosi  parah, bahkan ketika mereka dekat dengan pangkalan mereka. Ketika tahun 1970 menjadi tahun 1980-an, kekuatan maritim Soviet terus tumbuh.

Namun, Angkatan Laut Amerika Serikat mulai memikirkan strategi yang lebih agresif untuk menyerang daerah patroli SSBN Soviet, serta Uni Soviet sendiri.

Sumber: National Interest

Facebook Comments

error: Content is protected !!