For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Biaya Sekali Latihan Perang Amerika-Korea Selatan Habiskan Rp203 Miliar

Pasukan Amerika di Korea SElatan

Latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan dibatalkan setelah Presiden Donald Trump protes biaya latihan militer yang sangat mahal. Dan ternyata memang sangat mahal karena menghabiskan US$14 juta atau sekitar Rp203 miliar.

Pentagon mengumumkan bulan lalu bahwa latihan bertajuk Freedom Guardian ditangguhkan tanpa batas waktu, untuk mendukung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Singapura antara Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Trump berulang kali menekankan akan ada penghematan biaya melalui keputusannya untuk menghentikan latihan, dalam konsesi mengejutkan kepada Kim pada KTT 12 Juni untuk membahas pelucutan senjata nuklir Pyongyang.

“Kami menghemat uang dengan tidak melakukan latihan, selama kami bernegosiasi dengan itikad baik, sebagaimana yang diharapkan kedua belah pihak!” tulis Trump dalam akun Twitternya bulan lalu.

Pejabat Pentagon yang tidak ingin disebutkan identitasnya ini tidak memberikan rincian biaya dari komponen latihan tetapi total biaya mencapai US$14 juta. Pentagon belum membocorkan total biaya dari beberapa latihan yang diadakan setiap tahun oleh angkatan bersenjata Amerika dan Korea Selatan.

Menghitung biaya latihan militer adalah proses yang rumit, seringkali membutuhkan data dari berbagai cabang militer dan tersebar di beberapa anggaran selama bertahun-tahun yang berbeda.

Tahun lalu, 17.500 tentara Amerika dan lebih dari 50.000 tentara Korea Selatan bergabung dalam latihan Freedom Guardian, meskipun latihan ini sebagian besar difokuskan pada simulasi komputer daripada latihan lapangan.

Pasukan dari Australia, Kanada, Kolombia, Denmark, Selandia Baru, Belanda dan Inggris juga berpartisipasi.

Militer Amerika memiliki anggaran lebih dari Rp1.000 triliun tahun ini. Para pejabat berpendapat bahwa membatalkan latihan tidak benar-benar menghemat uang dalam jumlah besar, karena pasukan yang akan terlibat di dalamnya masih memerlukan pelatihan dan sertifikasi yang tetap menghabiskan uang.

Trump menyebut latihan gabungan itu mahal dan “provokatif”. Pernyataannya menggemakan kritik dari Korea Utara yang sudah lama ditolak oleh Amerika.

Para pejabat Amerika telah lama menekankan latihan militer dengan para mitra penting untuk kesiapan dan meyakinkan sekutu. Pengumuman Trump membingungkan sekutu, pejabat militer, dan anggota parlemen dari Partai Republik sendiri.

Facebook Comments