For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

3 Hal Yang Membuat Militer Rusia Bisa Bangkit, Meski Dana Terbatas

Shkval

3. Ide Gila

Rusia juga memiliki kemampuan mengejutkan dengan pikiran  yang out of the box. Sebagian bisa dicapai sebagian lagi hanya jadi mimpi. Sebagai contoh, torpedo roket Shkval yang membentuk gelembung di sekitar rudal hingga mengurangi gesekan saat dia melakukan perjalanan di  bawah air dengan kecepatan menakjubkan yakni 230 mph atau  lebih dari empat kali lebih cepat dibandingkan torpedo Barat.

Pekerjaan yang sama menghasilkan senapan serbu air yang unik untuk Pasukan Khusus. Amerika tertinggal dengan membangun senjata sejenis yang disebut “supercavitating” proyektil.

Pemikiran eksentrik juga muncul pada tahun 2012 ketika  Putin menulis sebuah artikel di Rossiiskaya Gazeta tentang keseimbangan militer strategis di mana ia menganjurkan “sistem senjata berdasarkan prinsip baru: Beam, geofisika, gelombang, genetik, psikofisik dan teknologi lainnya”

Beberapa orang meragukan konsep ini. Di bidang prinsip gelombang baru, Soviet mulai melakukan penelitian bidang senjata Torsi pada tahun 1987.  Senjata medan energi yang tidak diakui oleh ilmu pengetahuan Barat.

Senjata yang menggabungkan efek listrik dan gravitasi, dan peneliti meyakini bisa digunakan untuk menembak jatuh rudal balistik. Sebuah review oleh USSR Academy of Sciences pada tahun 1991 menyimpulkan bahwa bidang torsi adalah penipuan untuk mendapatkan uang, setelah menarik sekitar lima ratus juta rubel dana negara (sekitar $ 15 miliar dolar).

Penelitian Rusia ke yang disebut senjata “psychotronic” adlaah untuk mengendalikan pikiran telah membuahkan hasil sama alias gagal. “Senjata Geofisika” untuk membuat gempa tetap menjadi mimpi, meskipun salah satu analis Rusia menyebutkan awal tahun ini bahwa Supervolcano Yellowstone mungkin bisa dipicu dengan serangan nuklir untuk menghancurkan Amerika Serikat. Jadi mungkin juga senjata itu ada.

 

Facebook Comments

error: Content is protected !!