For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

3 Hal Yang Membuat Militer Rusia Bisa Bangkit, Meski Dana Terbatas

Militer Rusia mungkin hanya bayangan Uni Soviet, dengan anggaran pertahanan mereka hanya 12 persen dari yang dimiliki Amerika.

Kondisi ini menjadikan banyak pihak di Barat cenderung melihat hardware Rusia terjebak pada gaya dan teknologi tahun 1970-an yang memiliki kemampuan elektronik atau standar manufaktur rendah dan Rusia tidak memiliki uang untuk memperbaiki masalah tersebut.

Jika Rusia membuat sesuatu yang canggih, Barat langsung menyebut teknologi itu merupakan tiruan dari barat. Kinerja yang buruk dari militer Irak yang dilengkapi teknologi Rusia pada tahun 2003 (dan pasukan Arab saat melawan Israel) mempertegas bahwa teknologi militer Rusia memang rendah dan ketinggalan zaman.

Tetapi kenyataannya, Rusia ternyata bisa inovatif dalam desain senjata, dan kadang-kadang ada di depan Barat. Sesekali negara ini memunculkan ide-ide gila meski kemudian tidak bisa bekerja.

Namun negara ini terbukti telah mampu beberapa kali mengembangkan senjata lebih canggih dibandingkan Barat. Setidaknya ada empat cara yang digunakan Rusia untuk membangun kekuatan militernya.

s-300

1. Roket

Tidak ada yang harus meragukan ilmu roket Rusia.  Mereka telah memberikan semua penerbangan berawak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional sejak pensiun dari Space Shuttle pada tahun 2011, dan roket militer Rusia memiliki silsilah panjang.

Pada tahun 1973, rudal anti-tank dipandu Soviet baru digunakan infanteri Mesir sukses menghacnurkan armor Israel. Demikian pula rudal permukaan ke udara bahu SA-7 “Strela,” ┬átelah memberi masalah besar bagi Angkatan Udara Israel dalam konflik sama tahun 1973. Senjata ini memang tidak menembak banyak pesawat tetapi memaksa pilot untuk mengubah taktik. SA-7 sejenis dengan FIM-43 Redeye Amerika.

Kedua senjata ini terbatas hanya menembaki knalpot jet pesawat saja karena merupakan rudal pencari panas. Rusia kemudian memperkenalkan upgrade Strela-3 yang bisa menembak pesawat dari depan pada tahun 1974. Sementara Amerika baru bisa mencapainya pada 1982 dengan lahirnya FIM-92 Stinger .

Rudal permukaan ke udara Rusia juga masih tangguh. Hal inilah yang memunculkan kekhawatiran banyak negara ketika Rusia akhirnya memutuskan untuk mengirim sistem rudal pertahanan udara S-300 ke Iran. Rusia juga menyebarkan sistem yang lebih canggih ke Suriah yakni S-400. Ini adalah senjata yang sangat berbahaya.

Teknologi ini menunjukkan bahwa para pengembang Rusia telah menguasai teknologi paling sulit yakni menanamkan perangkat lunak untuk radar dan sistem peperangan elektronik.

NEXT
Facebook Comments

error: Content is protected !!