Tinggal 1 Skuadron, EA-6B Prowler Terus Bertempur Sampai di Ambang Pensiun

EA-6B

Pada 11 Mei 2018 lalu, Skuadron Serangan Elektronik Marinir atau Marine Electronic Attack Squadron VMAQ-3, yang berbasis di Cherry Point, North Carolina, mengadakan upacara penonaktifan.

Hal ini, meninggalkan VMAQ-2 sebagai satu-satunya skuadron yang menerbangkan pesawat EA-6B Prowler. Menurut Kapten Sarah Burns, juru bicara Marinir VMAQ-3 akan menyelesaikan penonaktifannya 31 Mei,

Sedangkan Skuadron EA-6B terakhir yang tersisa di Korps Marinir akan memulai penonaktifannya pada bulan Oktober 2018.

“Penonaktifan VMAQ-2  akan menandai akhir dari layanan EA-6B di Korps Marinir, serta kerja berkelanjutannya sebagai aset taktis Airborne Electronic Attack (AEA),” kata Burns kepada Marine Corps Times.

EA-6B dari VMAQ-3 selanjutnya menuju ke erospace Maintenance and Regeneration Group di Pangkalan Angkatan Udara Davis-Monthan di Tucson, Arizona, yang biasa disebut sebagai Boneyard, di mana mereka akan disimpan dan diawetkan.

Sampai hari-hari terakhirnya, pesawat tua ini terus bertempur. Mereka sangat produktif dalam perang melawan Suriah, mengganggu militan dan melindungi pilot Amerika dari sistem pertahanan udara musuh.

Pesawat itu telah menjadi aset penting bagi pasukan koalisi karena kemampuannya untuk mengganggu komunikasi ISIS, bom pinggir jalan dan menekan pertahanan udara musuh di Suriah.

EA-6B juga menjadi salah satu pesawat pertama dalam serangan Amerika terhadap pejuang ISIS di Irak dan Suriah.

Pada Februari 2014, VMAQ-3, “Moondogs,” disebarkan ke Al Udeid Air Base, Qatar, untuk mendukung operasi di wilayah operasi Komando Pusat Amerika Serikat. VMAQ-4 kemudian mulai beroperasi di atas langit Suriah pada bulan Agustus.

Moondogs melakukan satu penyebaran terakhir dari Incirlik Air Base, Turki mulai April hingga September 2017, untuk mendukung Operasi Inherent Resolve.

Pada pertengahan April, EA-6B juga mengawal sepasang pengebom B-1 saat mereka melakukan serangan udara ke Suriah.

Serangan itu merupakan pembalasan atas dugaan serangan senjata kimia yang dilakukan oleh rezim Suriah terhadap warga sipil di desa Douma, Suriah, pada awal April. Pengawalan EA-6B kemungkinan untuk menekan sistem pertahanan udara musuh.

EA-6B Prowler telah dicoret dari Angkatan Laut Amerika sejak 2015 tapi Marinir masih menerbangkan pesawat ini.

Prowler terbang pertama pada tanggal 25 Mei 1968 masuk layanan hanya tiga tahun kemudian. Pesawat itu berasal dari pesawat serangan A-6 Intruder dan diproduksi sebanyak 170 . Jenis yang memainkan peran kunci dalam setiap konflik besar yang melibatkan Amerika untuk serangan elektronik dan mencari sumber radar. Penerbangan terakhir dari kapal induk AS terahir pada bulan November 2014 lalu.

Setelah seluruh EA-6B Prowler pensiun, Marinir Amerika Serikat tidak lagi memiliki aset pesawat serangan elektronik. Berbeda dengan Angkatan Laut Amerika yang mengganti pesawat ini dengan E-18G Glower.

“EA-18G Angkatan Laut menggantikan EA-6B dan akan berfungsi sebagai satu-satunya aset serangan elektronik bersama untuk Departemen Pertahanan” menurut Burns.

Burns menambahkan sejak 1977, para Marinir dan Pelaut dari skuadron VMAQ telah melanjutkan misi yang panjang. Mereka mendukung penyebaran dan operasi terus-menerus dari El Dorado Canyon pada tahun 1986 hingga Operasi Inherent Resolve dan terbang lebih dari 250.000 jam terbang.

Facebook Comments