For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

5 Pembajakan Pesawat Paling Tragis

Pembajakan pesawat menjadi pilihan para teroris karena biasanya pesawat berisi orang-orang penting dan ada kemungkinan korban tewas dan luka akan lebih banyak dibandingkan serangan di ruang terbuka.

Berikut adalah pembajakan pesawat terbang oleh teroris yang paling terkenal dan mengerikan.

Serangan 11 September 2001

19 Teroris membajak empat pesawat (American Airlines Penerbangan 11, American Airlines Penerbangan 77,United Airlines Penerbangan 93, United Airlines Penerbangan 175). Keempat pesawat tersebut digunakan sebagai misil untuk menghasilkan kerusakan infrastruktur pada serangan teroris terburuk yang mencemarkan nama Amerika dalam sejarah.

Dua dari empat pesawat, United 175 dan American 11 ditabrakkan ke bangunan World Trade Center (WTC) di New York City, menghancurkan kompleks WTC.

American 77 ditabrakkan ke bangunan Pentagon, di Washington, D.C., menghasilkan kehancuran pada sebagian bangunan Pentagon. Tiga pembajakan tersebut adalah pembajakan paling mematikan dari semua pembajakan di dunia.

Berdasarkan perhitungan resmi, 2,752 orang tewas di World Trade Center, 189 tewas di Washington, dan 44 tewas karena jatuh di tanah kosong dekat Shanksville, Pennsylvania.

Pembajakan Dawson’s Field

Pada September 1970, Sebagai bagian dari pembajakan Dawson’s Field, anggota Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina (PFLP) mencoba membajak empat pesawat sekaligus.

Mereka berhasil membajak tiga pesawat dan memaksa pesawat untuk terbang ke padang pasir Yordania, di mana para pembajak meledakkan pesawat setelah membebaskan sandera. Sandera terakhir dibebaskan dengan imbalan pembebasan tujuh tahanan Palestina.

Penyerangan keempat pada pesawat El Ai dilakukan oleh dua orang termasuk Leila Khalid dan digagalkan oleh petugas bersenjata di dalam pesawat.

Ethiopian Airlines Penerbangan 961

Pada 1996, Ethiopian Airlines Penerbangan 961 jatuh di Samudera Hindia setelah para pembajak menolak pilot agar mendarat dan mengisi bahan bakar. Sebanyak 125 penumpang tewas dan 50 penumpang selamat. Pembajakan ini adalah insiden ketiga di mana terdapat penumpang selamat di pesawat jet penumpang yang jatuh ke air.

Northwest Orient Airlines (1971)

D.B. Cooper membajak Northwest Orient Airlines Penerbangan 305 dan meminta tebusan sebesar US$200 untuk pembebasan penumpang pesawat. Cooper memilih untuk terjun dengan parasut dari belakang Boeing 727 dan tidak pernah ditemukan.

Meskipun dilakukan pencarian secara luas dan lengkap oleh penyelidik FBI yang hingga kini masih berlangsung, pelaku tidak pernah ditemukan atau sulit diidentifikasi. Sampai saat ini, kasus ini menjadi satu-satunya peristiwa pembajakan pesawat tak terpecahkan dalam sejarah penerbangan di Amerika Serikat.

EgyptAir 648 (1985)

Pembajak Palestina mengambil alih EgyptAir Penerbangan 648 dan menerbangkan pesawat tersebut ke Malta. Sebanyak 60 orang tewas.

Facebook Comments