For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Mengapa Jendela Pesawat Komersial Oval? Kok Tidak Kotak?

Mungkin banyak yang tidak berpikir mengapa bentuk jendela di pesawat  selalu berbentuk oval. Kenapa tidak kotak, persegi panjang, bujur sangkar atau lebih ekstrem lagi trapesium.

Awalnya, jendela berbentuk persegi panjang sudah pernah dipakai. Jendela bentuk bujur sangkar juga pernah di pakai pesawat tempoe doeloe. Secara penampilan, bentuk kotak, persegi panjang atupun oval memang soal selera.

Namun ini bentuk jendela sebuah pesawat terbang. Semua detail tidak boleh atas dasar selera. bentuk jendela pun dibuat dengan pertimbangan dan perhitungan matang demi keselamatan penumpang.

Dalam pemaparan tentang keamanan penerbangan belum lama ini mengungkapkan, jendela bentuk oval memiliki jaminan keselamatan lebih besar dibanding bentuk kotak ataupun persegi panjang.

Zaman dulu, pesawat terbang di era 1950-an memakai jendela berbentuk kotak. Salah satunya adalah, De Havilland Comet, jet komersial yang cukup populer di dunia saat itu.

Pada 2 Mei 1952, pesawat De Havilland Comet membuat sebuah inovasi. Yakni terbang dengan penumpang penuh di ketinggian 35.000 kaki dan kecepatan 460 mil per jam. Capaian ini tergolong luar biasa saat itu.

Hasilnya, dalam waktu satu tahun, telah terjadi tiga kecelakaan. Dua di antaranya menyebabkan pesawat hancur. Para teknisi, insinyur pesawat pun dikerahkan untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Dari serangkaian penelitian, diketahui bahwa ada masalah struktural yang menyebabkan pesawat celaka. Ini berkaitan dengan kabin. Para ahli saat itu yakin badan pesawat tidak mampu menahan tekanan di kabin.

Dari percobaan dan simulasi berulang-ulang, para ahli menjelaskan, pada ketinggian tertentu terjadi fraktur atau patahan atau retak di sudut jendela pesawat. Ini dikarenakan bentuk jendela yang memiliki sudut alias persegi panjang. Sudut inilah yang menyebabkan terjadi keretakan.

Sementara kondisi badan pesawat sudah mulai ada keretakan, ketinggian udara juga membawa konsekuesni besar. Tekanan udara di luar pesawat dengan kabin semakin jauh berbeda. Ini berakibat badan pesawat semakin tidak kuat menahan tekanan. Dalam keadaan yang sangat tragis, pesawat bahkan bisa meledak.

Dari hasil penyelidikan para ahli itu, jendela pesawat pun didesain ulang ke dalam bentuk oval dan hasilnya tingkat keamanan meningkat. Dan akhirnya hingga kini, bentuk oval tetap dipertahankan di pesawat semua jenis.

Facebook Comments