For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Angkatan Laut Iran Banyak Telan kekalahan Pahit di Berbagai Medan Tempur

Kapal destroyer Iran

Iran dikenal sangat keras menantang dominasi Amerika Serikat, termasuk di laut. Beberapa kali kapal mereka melakukan manuver dan kontak berbahaya dengan US Navy.

Pertanyaannya apakah Angkatan Laut Iran sudah benar-benar kuat hingga mereka berani melakukan tindakan semacam itu? Mari kita telusuri.

Pada bulan Februari 2014, Angkatan Laut Iran mengumumkan bahwa mereka mengirim dua kapal perang ke arah Pantai Timur Amerika Serikat. “Langkah ini memiliki sebuah pesan,” kata Komandan Angkatan Laut Iran Adm. Afshin Rezayee Haddad. Dia menambahkan bahwa penempatan tersebut adalah tanggapan Iran terhadap kehadiran angkatan laut Washington yang semakin kuat di Teluk Persia.

Hanya saja yang dikirim Iran adalah kapal yang sangat lemah. Salah satu yang dikirim adalah sebuah kapal tanker ringan. Sementara satu kapal lain adalah destroyer kecil yang telah berusia 45 tahun. Jujur saja, jangankan melawan Angkatan Laut Amerika, dua kapal inipun tidak akan bertahan lama dengan penjaga pantai.

Destroyer yang dikirim bernama Sabalan. Sebuah kapal buatan Inggris ini juga pernah mengalami pahitnya pertempuran melawan Amerika pada tahun 1988.

Angkatan Laut Iran memiliki sejarah panjang dalam pertempuran dengan Amerika  dan kekuatan Barat lainnya.  Namun sejarah juga mencatat mereka kerap mengalami nasib buruk.

Dan inilah beberapa  pertempuran Angkatan Laut Iran dan negara lain:

Kapal Jerman yang diperbaiki, Hohenfels, yang tenggelam di Abadan, dikembalikan ke layanan oleh angkatan laut Australia pada tahun 1941.

 

Invasi Anglo-Rusia, Agustus 1941

Selama Perang Dunia II, kekuatan Sekutu khawatir bahwa Iran, meski secara teknis netral, mungkin bersimpati dengan dan membantu Nazi, yang secara potensial merampas sekutu minyak negara tersebut. Pada 25 Agustus 1941, pasukan Persemakmuran dan Soviet menyerang.

Kapal perang Inggris dan Australia bergerak ke Pelabuhan Abadan sebagai bagian dari serangan mendadak yang sejarawan menyamakan pemboman Jepang di pangkalan angkatan laut Amerika di Pearl Harbor tiga bulan kemudian. HMS Shoreham membuka serangan dengan menembak kapal perang Iran Palang yang tertambat di dermaga.

Segera saja seluruh Iran yang berisi kapal-kapal kecil sebagian besar hancur berantakan  dan Panglima Tertinggi Jenderal Gholamali Bayandor meninggal. Inggris dan Soviet membagi Iran dan menggulingkan shahnya. Dalam dua dekade setelah perang, rezim baru membangun kembali angkatan laut dengan kebanyakan kapal buatan Inggris dan banyak di antaranya tetap beroperasi hari ini.

Sebuah helikopter MH-60 mendarat di atas kapal USS Hercules.

Operasi Prime Chance, September 1987

Angkatan laut Iran yang baru berjuang keras selama perang berdarah Iran-Irak antara tahun 1980 dan 1988, melakukan blokade, serangan amfibi dan operasi kompleks lainnya. Namun, serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker – beberapa milik negara netral, telah memunculkan kemarahan internasional.

Pada tahun 1987, Washington menyetujui permintaan Kuwait untuk  menggunakan bendera Amerika di kapal tankernya, untuk memungkinkan Angkatan Laut Amerika mengawal kapal-kapal raksasa tersebut melalui Teluk Persia.  Operasi yang dikenal sebagia Earnest Wil ini berlangsung dari Juli 1987 sampai September 1988, mencakup beberapa usaha kecil yang mengakibatkan penghancuran pasukan Iran dan pembongkaran bertahap armada Teheran.

Amerika sama pada awalnya sekali tidak siap, kekurangan peralatan untuk membersihkan ranjau dan sistem pertahanan diri yang efektif melawan rudal anti-kapal dan mengabaikan koordinasi yang kuat dengan  Irak.

Lemahnya koordinasi dengan Irak tersebut mengakibatkan sebuah jet Irak secara tidak sengaja menyerang kapal selam Amerika Serikat USS Stark dengan sebuah rudal pada Mei 1986, menewaskan 37 pelaut mereka.

Tetapi metode Amerika membaik. Angkatan Laut mengubah dua kapal tongkang  minyak menjadi “pangkalan laut” untuk Pasukan Operasi Khusus dan helikopter, dan Angkatan Darat menempatkan helikopter penyerang di atas kapal Angkatan Laut.

Pada 21 September, helikopter Little Birds Angkatan Darat dari Resimen Penerbangan Operasi Khusus ke-160 – the “Nightstalker” – menyerang kapal Iran Ajr saat ia meletakkan ranjau, memaksa awak kapal untuk meninggalkan kapal.

Beberapa hari kemudian, Little Birds mendekati tiga kapal patroli Iran yang diduga melakukan serangan kapal tanker. Perahu-perahu itu menembaki dan helikopter-helikopter itu juga menyerang menenggelamkan ketiganya.

NEXT

Facebook Comments