For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Dari Satu Jadi Tujuh, Kapal Selam Rusia di Laut Hitam Ancaman Serius untuk NATO

P-8A Poseidon

Bagi NATO, meningkatkan kemampuan ASW dengan cepat untuk mencegah ancaman kapal selam Rusia adalah hal utama. Sebagai bagian dari European Reassurance Initiative (ERI) pesawat P-8 Poseidon Amerika telah mulai berpatroli di atas Laut Hitam untuk melacak kapal selam Rusia ini dan mengumpulkan intelijen.

Namun demikian, kehadiran pesawat tempur Rusia serta sistem pertahanan udara yang canggih di Crimea dan sekitarnya membuat P-8 rentan terhadap intersepsi  dan gangguan. Yang jelas, selain kehadiran Aliansi yang lebih kuat di kawasan ini, perlu adanya peningkatan kemampuan ASW regional secara keseluruhan.

Respons yang jelas terhadap ancaman kapal selam Rusia di Laut Hitam adalah meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Rumania dan Bulgaria. Angkatan laut Rumania dan Bulgaria mengoperasikan kapal-kapal tua yang sebagian besar dilengkapi dengan sensor dan sistem senjata kuno Soviet.

Kedua negara belum mengakuisisi kapal militer sejak bergabung dengan Aliansi Atlantik Utara, sebagian besar karena alasan ekonomi. Meski begitu, penumpukan militer Rusia di Crimea telah menciptakan kesadaran tentan pentingnya kemampuan angkatan laut untuk Bucharest dan Sofia.

Pada tahun 2017, Bulgaria mengumumkan rencana untuk mengakuisisi dua korvet multi peran yang pada dasarnya menghidupkan kembali sebuah program yang berasal dari tahun 2007. Rumania juga bersiap untuk mendapatkan korvet multi peran, yang dipandang sebagai satu jenis kombatan permukaan paling efektif untuk wilayah pesisir.

Bucharest kemungkinan akan membeli empat kapal tersebut dalam sebuah program yang akan berlangsung tujuh tahun dan diperkirakan bernilai US$ 1,9 miliar. Selanjutnya, Angkatan Laut Rumania berencana untuk memodernisasi frigat Tipe 22 vintage, yang diperoleh dari Inggris pada tahun 2003.

Keputusan mengenai program korvet diharapkan terjadi pada 2018. Rencana juga disiapkan untuk membeli kapal selam; namun proses akuisisi semacam itu mungkin tidak akan dimulai sampai sekitar 2020 dan 2026.

Selain ingin mendapatkan kapal baru untuk mengganti armada tua mereka, Rumania dan Bulgaria sejak tahun 2014, telah terlibat dalam sejumlah latihan angkatan laut Amerika dan NATO di Laut Hitam dan Laut Tengah.

Latihan seperti Sea Breeze 2017 tidak hanya mencakup sejumlah besar sekutu NATO, tapi juga Ukraina dan Georgia yang merasa menjadi target agresi Rusia. Meningkatkan jumlah latihan gabungan NATO di Laut Hitam mengirimkan sinyal pencegahan yang jelas ke Moskow, sekaligus meningkatkan kemampuan dan kesiapan di sebagian kecil dari biaya perolehan militer baru.

Dalam jangka pendek, tampaknya Rusia berada di atas angin di wilayah Laut Hitam karena kecepatan penambahan kekuatan dan aset A2 / AD yang canggih. Namun, NATO dapat mengatasi ancaman ini dengan mengembangkan kemampuan wilayah yang dirancang untuk menggagalkan keuntungan Rusia yang nyata.

Investasi pertahanan yang cerdas dalam kemampuan kritis, seperti ASW, dikombinasikan dengan latihan gabungan yang kompleks dapat memulihkan keseimbangan militer regional yang mendukung Aliansi. Pada akhirnya NATO sedang berjuang untuk mengembalikan keunggulan mereka atas Rusia yang dalam beberapa tahun terakhir telah jauh terkikis.

Facebook Comments