For full functionality of this site it is necessary to enable JavaScript. Here are the instructions how to enable JavaScript in your web browser.

Dari Afghanistan ke Somalia, Pasukan Khusus AS Terus Melahirkan Kelompok Teroris

Defense.Gov

Sejak pasukan komando Amerika mulai berperang pada tahun 2001, ukuran Komando Operasi Khusus telah meningkat dua kali lipat dari sekitar 33.000 personel menjadi 70.000 saat ini. Seiring bertambahnya jumlah, begitu pula jangkauan global mereka.

Seperti yang diungkapkan TomDispatch, mereka dikirim ke 149 negara pada 2017, atau sekitar 75 persen dari seluruh negara yang ada di planet ini. Ini adalah rekor tertinggi sepanjang sejarah. Rekor sebelumnya ada pada tahun 2016 di mana pasukan khusus Amerika dikirim ke 138 negara di bawah pemerintahan Obama.

Seiring ruang lingkup penyebaran yang berkembang, pasukan khusus juga menyebar lebih merata di seluruh planet ini. Pada bulan Oktober 2001, Afghanistan merupakan satu-satunya fokus misi tempur pasukan komando.

Sampai kemudian pada 19 Maret 2003, pasukan khusus Amerika melepaskan tembakan pertama dalam invasi ke Irak saat mereka menyerang pos-pos perbatasan Irak dekat Yordania dan Arab Saudi. Pada tahun 2006, saat perang di Afghanistan berlanjut dan konflik di Irak terus berubah menjadi pemberontakan yang mengamuk, 85 persen pasukan komando Amerika ditugaskan ke Timur Tengah.

Selama satu dekade hingga 2010, jumlahnya tidak berubah banyak. Hingga 81 persen dari seluruh operator pasukan khusus yang ada di luar negeri masih berada di wilayah itu.

Delapan tahun kemudian situasi sangat berbeda. Menurut angka yang diberikan kepada TomDispatch oleh Komando Operasi Khusus meski klaim bahwa ISIS telah dikalahkan, Amerika Serikat tetap terlibat dalam perang di Irak dan Suriah, juga di Afghanistan dan Yaman. Namun hanya 54 persen dari total pasukan khusus yang ditempatkan di luar negeri dikirim ke Timur Tengah pada tahun 2017.

Loading...

Sebenarnya, sejak tahun 2006, penyebaran telah meningkat di seluruh dunia. Di Amerika Latin, angka tersebut merangkak naik dari tiga persen menjadi 4,39 persen. Di kawasan Pasifik, dari tujuh persen menjadi 7,99 persen. Kenaikan paling mencolok terjadi di Eropa dan Afrika.

Pada tahun 2006, hanya tiga persen dari semua komando yang ditempatkan di luar negeri beroperasi di Eropa. Tahun lalu, jumlah itu naik menjadi 16 persen.

“Di luar Rusia dan Belarusia kita berlatih dengan hampir di setiap negara di Eropa baik secara bilateral atau melalui berbagai kegiatan multinasional,” kata Mayor Michael Weisman, juru bicara Komando Operasi Khusus Eropa kepada TomDispatch.

“Kehadiran SOF [Special Operation Force] Amerika yang terus-menerus di samping sekutu-sekutu kami mengirimkan pesan yang jelas tentang komitmen Amerika¬† kepada sekutu kami dan pembelaan aliansi NATO kami.”

Selama dua tahun terakhir, sebenarnya, Amerika Serikat telah mempertahankan sebuah operasi Khusus di hampir semua negara di perbatasan barat Rusia. Kepala Komando Operasi Khusus Jenderal Raymond Thomas mengatakannya tahun lalu, “Saya memiliki kehadiran yang terus-menerus di setiap negara – negara NATO dan negara-negara lain di perbatasan dengan Rusia melakukan hal-hal fenomenal dengan sekutu kami, membantu mereka mempersiapkan ancaman.”

Afrika, juga melihat peningkatan yang paling signifikan dalam penyebaran pasukan khusus. Pada tahun 2006, angka untuk benua itu hanya satu persen namun pada akhir 2017 angkanya melejit menjadi 16,61 persen. Dengan kata lain, lebih banyak pasukan komando beroperasi di sana daripada di wilayah manapun kecuali di Timur Tengah.  Pasukan Operasi Khusus telah beroperasi di setidaknya 33 negara di benua tersebut tahun lalu.

NEXT: JUSTRU MELAHIRKAN BANYAK KELOMPOK TERORIS

Loading...
Facebook Comments